Thursday, January 24, 2008

Pemko Bantu Pegobatan Revi

Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh membantu sepenuhnya pengobatan dan penanganan medis terhadap Revi Auzal (13) yang mengalami lumpuh selama satu setengah tahun.

Kejelasan Pemko membantu sepenuhnya, setelah Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal membejuk Revi di tempat tinggalnya di shelter 044, barak Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Kamis (24/1) siang.

Revi siang kemarin langsung diboyong ke Rumah Sakit Meuraxa untuk mendapatkan penanganan medis dan pengobatan secara serius. “Biaya pengobatan, penanganan medisnya serta kebutuhan Revi sepenuhnya ditanggung Pemerintah Kota Banda Aceh,” kata Illiza.

Kecuali itu, Pemko juga membantu bantuan makanan, pakaian, selimut untuk R dan Ayahnya Asnawi. Serta membantu barang dagangan pengisi kedai kecil milik Asnawi yang selama ini menjadi tumpuan mendapatkan rezeki untuk kebutuihan hidup sehari-hari.

Iliza menyebutkan, Revi harus dirawat di RS Meuraxa, termasuk Asnawi (44) ayah Revi yang juga kurang sehat dan harus ditangani secara secara medis. Biaya perawatan dan kebutuhan hidup keluarga fakir miskin korban tsunami ini sepenuhnya ditanggung Pemerintah Kota Banda Aceh dan dari dana yang bersumber dari Askeskin.

Ia menjelaskan, penanagan perawana dan pengobatan membutuhkan proses waktu lama, sehingga Revi tetap harus dirawat di RS Meuraxa. “Kita tetap berusaha membantu, agar anak ini bisa sembuh, sehingga bisa normal kembali,”ujarnya.

Dalam kunjungan itu, juga hadir Kadis Kesehatan Banda Aceh, Dr Media Yulizar, Kepala RS Meuraxa Dr Dewi Lailawati, Ketua PKK Banda Aceh Ir Nursanti Mawardy Nurdin, Kepala BPMKS Drs Purnama Karya, sejumlah dokter dan pejabat Pemko.

Revi Auzal remaja berusia 13 tahun kini hanya bisa terbaring lunglai di atas tikar, selama satu setengah tahun di sebuah shelter (rumah barak bongkar pasang) nomor 44 hunian smentara (Huntara) pengungsi korban tsunami, Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya.

Praktis Revi bukan hanya tidak bisa lagi bermain bersama temannya, ia pun tidak bisa sekolah lagi. Badannya kurus dan kaki mengecil, bagai kulit membungkus tulang hanya ditemani ayahnya, Asnawi (44).
.
Nasriah, ibunya Revi meninggal dalam bencana tsunami tiga tahun silam, saat keluaraga ini tinggal di rumah kontrakan di Gampong Punge Blangcut, sebelum tsunami datang.

“Anak saya ini sudah 1,5 tahun hanya terbaring lunglai. Saya telah berupaya membawa berobat ke rumah Sakit Umum Zainal Abidin, dan berobat kampung sampai ke Aceh Selatan, belum ada kesembuhan “ ungkap Asnawi keluarga fakir miskin dengan nada yang serak..

Menurut Kadis Kesehatan, Dr Media Yulizar mengatakan, selama ini dilakukan perobatan halan dan terapi kepada Revi “Dokter bilang, anak saya terkena penyakit prastilia semacam penyakit penyempitan saraf di otak, sehingga mengakibatkan kelumpuhan. Namun dokter menyarankan berobat terapi,” sebut Asnawi. (sud)

No comments: