Thursday, October 23, 2008

Tender Obat Gagal

BANDA ACEH—Pengadaan obat-abatan untuk kebutuhan Puskesmas yang dananya bersumber dari APBK 2007 Kota banda Aceh gagal ditender. Pasalnya tidak ada peserta yang ikut saat dilakukan tender oleh Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

Akibat gagal tender tersebut, semua Puskesmas tidak mendapatkan suplai obat-obatan untuk kebutuhan pasien pada tahun 2007, sehingga berdampak buruknya pelayanan kesehatan di setiap Puskesmas kepada masyarakat.

Seorang panitia anggaran DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar ST kepada Koran ini kemarin menyebutkan, hasil tinjauan tim kelompok kerja dewan kemarin ke Dinas Kesehatan menemukan belum terealisasinya pengadaan obat-obatan untuk Puskesmas di Dinas Kesehatan.

Farid menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak Dinas Kesehatan, gagalnya tender pongadaan obat karena tidak ada peserta. Hal ini disebabkan harga obat yang ditetapkan oleh Menkes di bawah harga pasar, sehingga tidak ada peserta yang ikut.

“Misalnya, harga yang ditetapkan Rp30 ribu, namun harga di pasar Rp20 ribu, jadi mana ada peserta yang mau ikut tender,” kata anggota dewan yang aktif dan kreatif ini memberi contoh.

Ia menyebutkan, gagalnya tender obat ini berdampak buruk bagi pelayanan kesehatan di Puskesmas kepada masyarakat, karena sudah pasti di setiap Puskesmas kekurangan obat.

Sekretaris Komisi C yang membidangi Pembangunan dan tergabung dalam kelompok kerja (Pokja) dewan ini, menambahkan dalam tinjauan ke lapangan, juga ditemukan kejangalan dari kinerja dinas tersebut, diantaranya tidak bisa menunjukkan dokumen anggaran dan kontrak kerja.

Kecuali itu, sebutnya, permasalahan yang lain yang ditemukan yaitu, pembangunan rumah kepala dinas di Kelurahan Beurawe yang belum yang tidak berkualitas dan sampai saat ini belum difungsikan, sehingga pengadaan rumah yang menggunakan dana APBK 2007 menjadi sia-sia.

Bukan hanya itu, tambahnya, Polindes di gampong Alue Dayah Teungoh, Kecamatan Meuraxa belum maksimal dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.
“Itu hanya beberapa contoh yang ditemukan, belum semua proyek dan kinerja dinas tersebut kita tinjau. Untuk itu, tinjauan ke lapangan dipending dulu dan akan dilanjutkan untuk proyek lainnya di dinas itu,” ujar politisi muda PKS ini seraya menyebutkan tinjau ke lapangan di lakukan dalam rangka akan dilakukan perhitungan nota keuangan APBK Kota Banda Aceh 2007.

No comments: