Wednesday, May 9, 2007

60 Rumah Korban Tsunami Dibuat Asal Jadi

60 Rumah Korban Tsunami di Lamteumen Dibangun Asal Jadi
Banda Aceh –Sebanyak 60 rumah korban tsunami di Dusun Cempaka, Gampong, Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, dibangun asal-asalan, sehingga rumah tersebut tak memenuhi syarat untuk layak huni.

Rumah yang dibangun secara bertahap tahun 2005, bantuan LSM Peduli Bangsa dan sudah setahun lebih ditempati warga, namun kini semua kondisi bangunan rumah tersebut sangat memprihatinkan.

Wakil Ketua DPRK Kota Banda Aceh Mukminan dan anngota dewan lainnya yaitu Surya Mutiara, Farid Nyak Umar ST mendengar langsung penjelasan dan keluhan warga. Bahkan diantara warga sudah mulai enggan menempati rumah, karena sudah tak layak huni.

Semua rumah terlihat yang dindingnya dibuat dari batako terlihat retak bahkan ada yang terbelah. Begitu juga pondasinya dibuat asal jadi, hanya dicor di atas tanah, tidak dibuat pondasi slop yang menggunakan batu gunung seperti ketentuan biasanya membuat pondasi rumah.

Selain itu, rumah yang sudah setahun ditempati itu, juga tidak memiliki plafon. Banguna rumah tersebut sangat memprihatinkan. Warga sangat menyesalkan pembuatan rumah yang asal-asalan tersebut.

“Kita akan melanjutkan laporan warga dan kondisi rumah yang dibangun asal-asalan oleh LSM PB kepada BRR, sehingga bisa diambil tindakan. Kita menyesalkan kontraktor yang tidak sungguh membangun rumah warga,” kata anggota DPRK Banda Aceh, Surya Mutiara Dirman Daily.

Surya menyebutkan, rumah-rumah permanen itu bukan berkualitas sangat jlek, akan tetapi kondisi rumah yang retakretak itu tidak layak untuk dihuni lagi, karena bisa membahayakan.

Kahdi seorang warga, menyebutkan, rumahnya dindingnya sudah ada yang terbelah dan pondasinyapun dibuat asal jadi. Rumah warga lainnya kondisinya sama, sangat jelek. Mereka (kontraktor-red) membuat rumah dengan kualitas paling buruk.

Japar warga lainnya, mengatakan, ada warga yang sudah tidak mau lagi menempati rumah tersebut, karena takut ambruk. Sebab dinding-dinding rumah banyak yang retak.

Rumah saya dindingya retak-retak, lalu pondasinya terbelah terlihat tidak didali lubang saat membuat pondasi. “Kami sangat menyesalkan pmbangunan rumah dilakukan asal-asalan”, ujarnya (sud)

No comments: