Banda Aceh – Provinsi Aceh telah meloloskan delapan cabang olahraga (Cabor) ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII 2008 di Kalimnatan Timur (Kaltim). Ke-delapan Cabor tersebut yaitu, sepakbola, balap sepeda, selam, atletik, angkat besi, senam, softball dan karate.
Sekretaris KONI Provinsi Aceh, Drs Nuzuli MS kepada Dirman Daily, Selasa (26/6) mengungkapkan, Aceh menyertakan 31 Cabor mengikuti babak prakualifikasi untuk meraih tiket ke-PON XVII. Aceh telah meloloskan delapan cabang olahraga dengan 56 atlet ke PON XVII di Kaltim.
Nuzuli menjelaskan, sementara ini sudah 11 Cabor selesai ikut Pra PON yaitu sepakbola, balap sepeda, selam, angkat besi, senam, softball, karate, angkat besi, drumband, golf dan atletik. Hanya cabor drum band gagal lolos ke PON dan golf belum ada kabar. Sedangkan cabang atletik masih akan mengikuti Porwil se-Sumatera di Medan Agustus mendatang
“Untuk mendapatkan tiket ke PON , dari 31 cabor itu ada 24 cabang yang melalui ajang Pra PON dan tujuh cabang melalui Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se-Sumatera, Agustus mendatang di Medan,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, tujuh Cabor yang akan dipertandingkan dalam Porwil nanti yaitu, bulu tangkis, catur, silat, renang, basket, takraw dan atletik. “Dalam cabang atletik , sorang atlet Aceh telah lolos PON hasil kejuaraan nasional karena catatan waktu yang diraih telah melampui limit waktu yang ditentukan PB PASI untuk lolos PON. Dalam Porwil nanti, Aceh masih memiliki kesempatan meloloskan atlet atletik ke PON,” katanya,
Sebutnya, para atlet dari 21 cabang olahraga, termasuk atlet atletik saat ini terus menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) dan bersiap-siap untuk terjun berlaga dalam ajang Pra PON maupun Porwil, yang akan selesai akhir 2007 ini.
“Bahkan dalam penghujung Juni ini, ada dua cabang olahraga yang sedang mengikuti Pra PON di Jakarta yaitu cabang layar, bola voli dan menembak. Kita harapkan dua cabang ini bisa meloloskan atletnya ke PON,” ungkapnya,
Ia mengatakan, persaiapan atlet cabang olahraga menghadapi Pra PON dan Porwil sudah dimulai sejak tahun lalu dalam program pemusatan latihan daerah yang mendapat dukungan dari BRR.
Ia meminta, cabang yang telah lolos PON dapat terus melanjutkan pembinaan secara serius persiapan menghadapi PON. “Meski sudah lolos PON, belum otomatis akan disertakan di PON nanti. KONI akan melakukan verifikasi dan evaluasi peluang dan potensi cabang tersebut meraih medali di multi even nasional empat tahunan itu,” ujarnya.
“Untuk itulah kita berharap kepada pengurus, pembina, pelatih cabang yang telah lolos lebih serius lagi mempersiapkan atletnya. Begitu juga para atlet yang telah lolos PON supaya lebih giat lagi berlatih, berdisiplin tinggi dan menjaga kesehatan,” pintanya.
Kecuali itu, ia mengharapkan, dengan telah lolosnya sejumlah cabang ke PON, atlet dari cabang lainnya yang akan mengikuti Pra PON dan Porwil lebih termotivasi untuk meraih prestasi serupa meraih tiket lolos PON.
“ Atlet-atlet dari 21 cabang olahraga yang akan mengikuti Pra PON saat makin meningkakan aktivitas latihan. Bahkan, untuk memantapkan persiapan, atlet dari 19 cabang olahraga telah melanjutkan pemusatan latihan ke Pulau Jawa yaitu di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Hanya Tekwondo yang masih tetap Pelatda di Banda Aceh dan tinju di Takengon
Ditambahkannya, atlet dari 19 Cabor yang melanjutkan Pelatda di luar Aceh itu juga melakukan ujicoba (try-out) dengan atlet-atlet nasional. “Kita harapkan mereka serius, semangat dan disiplin mengikuti Pelatda di luar Aceh, sehingga nantinya mampu meraih prestasi yang diharapkan,” ujarnya. (sud),
Wednesday, June 27, 2007
Regu Catur Aceh Ditantang Lolos PON
Banda Aceh – KONI Provinsi Aceh menantang para pecatur Aceh yang dipersiapkan ke-Porwil VII se-Sumatera, Agustus mendatang di Medan, untuk bisa meraih tiket lolos ke PON XVII 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Sekretaris KONI Aceh, Drs Nuzuli MS kepada Dirman Daily, Rabu (27/6) mengatakan, dalam Porwil nanti dipertandingkan tujuh cabang olahraga (Cabor) yaitu Bulutangkis, Atletik, Basket, Silat, Renang, Takraw dan Catur.
Nuzuli menyebutkan, dari tujuh cabang tersebut tiga cabang yang belum pernah berhasil lolos ke-PON yaitu catur, renang dan takraw. “Kita berharap semua cabang itu bisa meraih tiket ke PON dengan prestasi yang memuaskan,” katanya.
“Kita minta regu catur Aceh bisa lolos dan sukses di Porwil dan lolos ke PON, kalau bisa lolos, merupakan yang pertama dan membanggakan, karena kita juga bisa menghadirkan cabang olahraga pikir di arena multi even empat tahunan tingkat nasional tersebut,’ ujarnya.
Sebutnya, satu kebanggaan telah dicapai Aceh dengan telah lolosnya satu cabang bergengsi yaitu sepakbola ke PON XVII kaltim, sehingga kontinegen Aceh pada PON mendatang dilengkapi tim sepakbola. “Kita berharap ada regu catur Aceh sebagai cabang olah pikir di PON nanti,” katanya lagi.
Katanya, untuk lolos PON kali ini, merupakan kesempatan dan peluang besar bagi regu catur Aceh, karena diketahui regu catur Aceh mempersiapkan pecatur yang telah punya banyak pengalaman tanding tingkat nasional dan semuanya telah memiliki gelar master nasional (MN).
“Kalau pada babak prakualifikasi PON atau Porwil sebelumnya, tidak semua pecatur dalam regu catur Aceh memiliki gelar MN, masih minim pengalaman dan prestasi. Sekarang lah saatnya kita tantang regu catur Aceh harus bisa lolos ke PON Kaltim,” ujarnya seraya berharap juga cabang renang dan takraw bisa lolos juga ke PON.
Nuzuli menambahkan, jika regu catur Aceh bisa lolos PON, cabang olahraga catur Aceh dianggap sudah berprestasi, kalau gagal lolos ke PON meski selama ini telah banyak pecatur Aceh yang meraih prestasi di berbagai even regional maupun kejuaraan nasional, masih belum bisa dikatakan berhasil dan berprestasi.
Sementara itu, Ketua Umum Percasi Aceh Ir Ruslan Abdulgani melakukan pertemuan langsung dan dialog dengan atlet regu catur Aceh belum lama ini yang dipersiapkan ke Porwil yaitu Master Nasional (MN) Irwandi, MN Ahmad Muslim, MN Pribowo dan Master Percasi ( MP) Zulkhairi. Sedangkan dua atlet lagi selama ini mempersiapkan diri di Jakarta yaitu MN Khairilnardi dan MN Hendrik FS.
Dalam pertemuan dengan atlet catur yang sedang menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) di Banda Aceh, Ketua Umum Percasi Aceh itu memberikan dorongan semangat kepada atlet untuk selalu memiliki semangat, disipilin dan kekompakan dalam menjalani program latihan di Pelatda maupun saat bertanding di Porwil nanti, sehingga membuahkan prestasi maksimal yang diharapkan.
Para pecatur juga menyampaikan segala kendala dan keluhannya selama Pelatda, juga strategi dalam berlatih, bertanding di Porwil nanti dan peluang yang dimiliki. “Kita harap regu catur Aceh bisa lolos ke PON kali ini,” ujar Ruslan.(sud)
Sekretaris KONI Aceh, Drs Nuzuli MS kepada Dirman Daily, Rabu (27/6) mengatakan, dalam Porwil nanti dipertandingkan tujuh cabang olahraga (Cabor) yaitu Bulutangkis, Atletik, Basket, Silat, Renang, Takraw dan Catur.
Nuzuli menyebutkan, dari tujuh cabang tersebut tiga cabang yang belum pernah berhasil lolos ke-PON yaitu catur, renang dan takraw. “Kita berharap semua cabang itu bisa meraih tiket ke PON dengan prestasi yang memuaskan,” katanya.
“Kita minta regu catur Aceh bisa lolos dan sukses di Porwil dan lolos ke PON, kalau bisa lolos, merupakan yang pertama dan membanggakan, karena kita juga bisa menghadirkan cabang olahraga pikir di arena multi even empat tahunan tingkat nasional tersebut,’ ujarnya.
Sebutnya, satu kebanggaan telah dicapai Aceh dengan telah lolosnya satu cabang bergengsi yaitu sepakbola ke PON XVII kaltim, sehingga kontinegen Aceh pada PON mendatang dilengkapi tim sepakbola. “Kita berharap ada regu catur Aceh sebagai cabang olah pikir di PON nanti,” katanya lagi.
Katanya, untuk lolos PON kali ini, merupakan kesempatan dan peluang besar bagi regu catur Aceh, karena diketahui regu catur Aceh mempersiapkan pecatur yang telah punya banyak pengalaman tanding tingkat nasional dan semuanya telah memiliki gelar master nasional (MN).
“Kalau pada babak prakualifikasi PON atau Porwil sebelumnya, tidak semua pecatur dalam regu catur Aceh memiliki gelar MN, masih minim pengalaman dan prestasi. Sekarang lah saatnya kita tantang regu catur Aceh harus bisa lolos ke PON Kaltim,” ujarnya seraya berharap juga cabang renang dan takraw bisa lolos juga ke PON.
Nuzuli menambahkan, jika regu catur Aceh bisa lolos PON, cabang olahraga catur Aceh dianggap sudah berprestasi, kalau gagal lolos ke PON meski selama ini telah banyak pecatur Aceh yang meraih prestasi di berbagai even regional maupun kejuaraan nasional, masih belum bisa dikatakan berhasil dan berprestasi.
Sementara itu, Ketua Umum Percasi Aceh Ir Ruslan Abdulgani melakukan pertemuan langsung dan dialog dengan atlet regu catur Aceh belum lama ini yang dipersiapkan ke Porwil yaitu Master Nasional (MN) Irwandi, MN Ahmad Muslim, MN Pribowo dan Master Percasi ( MP) Zulkhairi. Sedangkan dua atlet lagi selama ini mempersiapkan diri di Jakarta yaitu MN Khairilnardi dan MN Hendrik FS.
Dalam pertemuan dengan atlet catur yang sedang menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) di Banda Aceh, Ketua Umum Percasi Aceh itu memberikan dorongan semangat kepada atlet untuk selalu memiliki semangat, disipilin dan kekompakan dalam menjalani program latihan di Pelatda maupun saat bertanding di Porwil nanti, sehingga membuahkan prestasi maksimal yang diharapkan.
Para pecatur juga menyampaikan segala kendala dan keluhannya selama Pelatda, juga strategi dalam berlatih, bertanding di Porwil nanti dan peluang yang dimiliki. “Kita harap regu catur Aceh bisa lolos ke PON kali ini,” ujar Ruslan.(sud)
Syaril Ramdahan Pastikan Diri Juara Catur Yunior
Banda Aceh – Pecatur yunior asal Lhokseumawe, Syahril Ramadhan pastikan diri tampil sebagai juara dalam kejuaraan catur yunior tingkat SMA se-Aceh memperebutkan piala bergilir Gubernur Aceh, yang digelar di aula SMK Negeri 2 Banda Aceh.
Syahril memastikan dirinya tampil sebagai juara, setelah di babak ke-lima, Rabu (27/6) petang kemarin, telah mengumpulkan macth poin (MP) lima dari enam babak yang dipertandingkan yang menggunakan pertandingan sistim swiss enam babak.
Dibabak ke-lima yang berakhir kemarin, siswa SMA Negeri 3 Lhokseumawe tersebut mengalahkan M Feri dari Gipsi Catur Club (GCC), Sabang. Dengan kemenangan itu, ia mengumpulkan poin 5.
Ia tak tergoyahkan lagi sebagai juara, meski masih menyisakan satu kali pertandingan lagi di babak ke-enam, pagi ini. Apapun hasilnya, kalah, remis apalagi menang, tetap juara karena pecatur yunior itu telah unggul progressive skor dari peserta lainnya.
Manejer Tim Catur Yunior Kota Lhokseumawe, Ikhsan Hasibuan kepada Rakyat Aceh kemarin mengatakan, dalam kejuaraan yunior yang diprakarsai oleh lembaga pendidikan LP3KI itu, Lhokseumawe menerjunkan tujuh pecatur putra dan seorang pecatur putri.
“Pecatur kita telah bermain penuh semangat dan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki, hingga babak ke-lima mampu mengatasi semua lawan-lawannya dan memastikan diri sebagai juara,” ungkapnya.(sud)
Syahril memastikan dirinya tampil sebagai juara, setelah di babak ke-lima, Rabu (27/6) petang kemarin, telah mengumpulkan macth poin (MP) lima dari enam babak yang dipertandingkan yang menggunakan pertandingan sistim swiss enam babak.
Dibabak ke-lima yang berakhir kemarin, siswa SMA Negeri 3 Lhokseumawe tersebut mengalahkan M Feri dari Gipsi Catur Club (GCC), Sabang. Dengan kemenangan itu, ia mengumpulkan poin 5.
Ia tak tergoyahkan lagi sebagai juara, meski masih menyisakan satu kali pertandingan lagi di babak ke-enam, pagi ini. Apapun hasilnya, kalah, remis apalagi menang, tetap juara karena pecatur yunior itu telah unggul progressive skor dari peserta lainnya.
Manejer Tim Catur Yunior Kota Lhokseumawe, Ikhsan Hasibuan kepada Rakyat Aceh kemarin mengatakan, dalam kejuaraan yunior yang diprakarsai oleh lembaga pendidikan LP3KI itu, Lhokseumawe menerjunkan tujuh pecatur putra dan seorang pecatur putri.
“Pecatur kita telah bermain penuh semangat dan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki, hingga babak ke-lima mampu mengatasi semua lawan-lawannya dan memastikan diri sebagai juara,” ungkapnya.(sud)
Friday, June 22, 2007
Pelatda Catur Aceh Diterangi Lilin
Banda Aceh – Pemusatan latihan daerah (Pelatda) atlet catur yang dipersiapkan menghadapi pekan olahraga wilayah (Porwil) di Medan Agustus mendatang, terpaksa harus menjalani latihan di malam hari dengan menggunakan penerang lilin, dalam masa adanya pemadaman listrik 24 jam secara bergantian dari PT PLN Wilayah I Aceh.
“Meski atlet menjalani jadwal latihan di malam hari akan tetapi tanpa penerangan listrik dan harus menggunakan lilin, tidak mengurangi semangat latihan mereka, Para atlet tetap serius melakukan program latihan,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Percasi Aceh, MN Said Hanafiah kepada Rakyat Aceh, kemarin.
Said mengatakan, program latihan persiapan atlet catur Aceh menghadapi Porwil sudah disusun dan harus dijalani atlet secara serius dan disiplin. “Makanya meski jadwal latihan di malam hari listrik mati, latihan tetap jalan meski menggunakan alat penerang lilin,” ujar Said yang juga pecatur kawakan Aceh ini yang bergelar master nasional (MN).
Ia menjelaskan , para pecatur Aceh yang dipersiapkan menghadapi Porwil yaitu MN Irwandi, MN Ahmad Muslim, MN Hendrik FS, MN Khairil Nardi, MN Prabowo dan MP Zulkhairi. Sementara itu, MN Khairilnardi dan MN Hendrik saat ini dan sudah hampir setahun menjalani latihan di Jakarta.
Ia mengungkapkan, empat pecatur lainnya, Ahmad Muslim, Zulkhairi, Irwandi dan Prabowo menjalani Pelatda serius di Banda Aceh sudah hampir satu bulan bertempat di Sekretariat sementara Percasi Aceh di Kelurahan Laksana.
Ungkapnya, para pecatur yang menjalani Pelatda di Banda Aceh digenjot dengan menu latihan yang maksimal dengan jadwal latihan yang ketat dan padat. “Para pecatur harus menjalani latihan yang telah kita susun yaitu pagi, siang dan malam. Kita juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap atlet,” ujarnya.
Disebutkannya, Pelatda itu juga melibatkan sejumlah pecatur tangguh Banda Aceh untuk program latihan latih tanding sebagai kawan berlatih tanding (sparing patner) dan membahas partai bagi atlet yang dipersiapkan ke Porwil, diantaranya yaitu Yusbar, Cut Umar Johan, Arifin dan Enda Yusra.
Sebutnya, Program-program latihan yang harus dijalani atlet diantaranya yaitu latih tanding beberapa sejumlah babak dan mengulas partai dan pertandingan, manganalisis tiori permainan pembukaan (opening) dan strategi permainan lainnya.
Pantauan Rakyat Aceh, para atlet catur yang menjalani jadwal latihan malam meski menggunakan lillin sebagai alat penerang, tampak cukup serius dan semangat berlatih tanding sesama mereka dan membahas problem catur di atas papan.
Secara terpisah Ketua Harian Percasi Aceh, Syarkawi Yuzan SH, mengatakan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil di Medan sebagai ajang untuk memperebutkan tiket lolos ke PON XVII 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Syarkawi mengungkapkan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil merupakan pecatur yang memiliki kualitas dan jam terbang yang cukup baik karena telah banyak mengikuti even-even nasional. Semua mereka memiliki gelar bahkan lima pecatur telah menyandang gelar master nasional, sebagian diantaranya masih berusia mudan dan energik.
Apalagi, ungkapnya, dua pecatur muda Aceh MN Hendrik dan Khairil Nardi telah lama berlatih di Jakarta. Di sana mereka juga aktif mengikuti even berkatagori nasional, sehingga banyak menghadapi pecatur-pecatur tangguh Indonesia. Presatsi mereka di selama di sana sudah lumayan bisa mengimbangi ketangguhan sejumlah pecatur nasional di Pulau Jawa yang telah bergelar Master Nasional, Master Ineternational dan Grand Master. “Mereka modal bagi tim kita di Porwil nanti,’ ujarnya.
“Kita harapkan para pecatur yang dipersiapkan ini bersemangat, serius, disiplin berlatih dan kompak menjalani Pelatda, sehingga bisa membuahkan hasil maksimal di Porwil nanti. Karena tantangan di Porwil sangat berat. Akan tetapi kita bertekad, catur Aceh bisa lolos PON,” ujarnya. (sud)
“Meski atlet menjalani jadwal latihan di malam hari akan tetapi tanpa penerangan listrik dan harus menggunakan lilin, tidak mengurangi semangat latihan mereka, Para atlet tetap serius melakukan program latihan,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Percasi Aceh, MN Said Hanafiah kepada Rakyat Aceh, kemarin.
Said mengatakan, program latihan persiapan atlet catur Aceh menghadapi Porwil sudah disusun dan harus dijalani atlet secara serius dan disiplin. “Makanya meski jadwal latihan di malam hari listrik mati, latihan tetap jalan meski menggunakan alat penerang lilin,” ujar Said yang juga pecatur kawakan Aceh ini yang bergelar master nasional (MN).
Ia menjelaskan , para pecatur Aceh yang dipersiapkan menghadapi Porwil yaitu MN Irwandi, MN Ahmad Muslim, MN Hendrik FS, MN Khairil Nardi, MN Prabowo dan MP Zulkhairi. Sementara itu, MN Khairilnardi dan MN Hendrik saat ini dan sudah hampir setahun menjalani latihan di Jakarta.
Ia mengungkapkan, empat pecatur lainnya, Ahmad Muslim, Zulkhairi, Irwandi dan Prabowo menjalani Pelatda serius di Banda Aceh sudah hampir satu bulan bertempat di Sekretariat sementara Percasi Aceh di Kelurahan Laksana.
Ungkapnya, para pecatur yang menjalani Pelatda di Banda Aceh digenjot dengan menu latihan yang maksimal dengan jadwal latihan yang ketat dan padat. “Para pecatur harus menjalani latihan yang telah kita susun yaitu pagi, siang dan malam. Kita juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap atlet,” ujarnya.
Disebutkannya, Pelatda itu juga melibatkan sejumlah pecatur tangguh Banda Aceh untuk program latihan latih tanding sebagai kawan berlatih tanding (sparing patner) dan membahas partai bagi atlet yang dipersiapkan ke Porwil, diantaranya yaitu Yusbar, Cut Umar Johan, Arifin dan Enda Yusra.
Sebutnya, Program-program latihan yang harus dijalani atlet diantaranya yaitu latih tanding beberapa sejumlah babak dan mengulas partai dan pertandingan, manganalisis tiori permainan pembukaan (opening) dan strategi permainan lainnya.
Pantauan Rakyat Aceh, para atlet catur yang menjalani jadwal latihan malam meski menggunakan lillin sebagai alat penerang, tampak cukup serius dan semangat berlatih tanding sesama mereka dan membahas problem catur di atas papan.
Secara terpisah Ketua Harian Percasi Aceh, Syarkawi Yuzan SH, mengatakan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil di Medan sebagai ajang untuk memperebutkan tiket lolos ke PON XVII 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Syarkawi mengungkapkan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil merupakan pecatur yang memiliki kualitas dan jam terbang yang cukup baik karena telah banyak mengikuti even-even nasional. Semua mereka memiliki gelar bahkan lima pecatur telah menyandang gelar master nasional, sebagian diantaranya masih berusia mudan dan energik.
Apalagi, ungkapnya, dua pecatur muda Aceh MN Hendrik dan Khairil Nardi telah lama berlatih di Jakarta. Di sana mereka juga aktif mengikuti even berkatagori nasional, sehingga banyak menghadapi pecatur-pecatur tangguh Indonesia. Presatsi mereka di selama di sana sudah lumayan bisa mengimbangi ketangguhan sejumlah pecatur nasional di Pulau Jawa yang telah bergelar Master Nasional, Master Ineternational dan Grand Master. “Mereka modal bagi tim kita di Porwil nanti,’ ujarnya.
“Kita harapkan para pecatur yang dipersiapkan ini bersemangat, serius, disiplin berlatih dan kompak menjalani Pelatda, sehingga bisa membuahkan hasil maksimal di Porwil nanti. Karena tantangan di Porwil sangat berat. Akan tetapi kita bertekad, catur Aceh bisa lolos PON,” ujarnya. (sud)
Pelatda Catur Aceh Diterangi Lilin
Banda Aceh – Pemusatan latihan daerah (Pelatda) atlet catur yang dipersiapkan menghadapi pekan olahraga wilayah (Porwil) di Medan Agustus mendatang, terpaksa harus menjalani latihan di malam hari dengan menggunakan penerang lilin, dalam masa adanya pemadaman listrik 24 jam secara bergantian dari PT PLN Wilayah I Aceh.
“Meski atlet menjalani jadwal latihan di malam hari akan tetapi tanpa penerangan listrik dan harus menggunakan lilin, tidak mengurangi semangat latihan mereka, Para atlet tetap serius melakukan program latihan,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Percasi Aceh, MN Said Hanafiah kepada Durman Daily kemarin.
Said mengatakan, program latihan persiapan atlet catur Aceh menghadapi Porwil sudah disusun dan harus dijalani atlet secara serius dan disiplin. “Makanya meski jadwal latihan di malam hari listrik mati, latihan tetap jalan meski menggunakan alat penerang lilin,” ujar Said yang juga pecatur kawakan Aceh ini yang bergelar master nasional (MN).
Ia menjelaskan , para pecatur Aceh yang dipersiapkan menghadapi Porwil yaitu MN Irwandi, MN Ahmad Muslim, MN Hendrik FS, MN Khairil Nardi, MN Prabowo dan MP Zulkhairi. Sementara itu, MN Khairilnardi dan MN Hendrik saat ini dan sudah hampir setahun menjalani latihan di Jakarta.
Ia mengungkapkan, empat pecatur lainnya, Ahmad Muslim, Zulkhairi, Irwandi dan Prabowo menjalani Pelatda serius di Banda Aceh sudah hampir satu bulan bertempat di Sekretariat sementara Percasi Aceh di Kelurahan Laksana.
Ungkapnya, para pecatur yang menjalani Pelatda di Banda Aceh digenjot dengan menu latihan yang maksimal dengan jadwal latihan yang ketat dan padat. “Para pecatur harus menjalani latihan yang telah kita susun yaitu pagi, siang dan malam. Kita juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap atlet,” ujarnya.
Disebutkannya, Pelatda itu juga melibatkan sejumlah pecatur tangguh Banda Aceh untuk program latihan latih tanding sebagai kawan berlatih tanding (sparing patner) dan membahas partai bagi atlet yang dipersiapkan ke Porwil, diantaranya yaitu Yusbar, Cut Umar Johan, Arifin dan Enda Yusra.
Sebutnya, Program-program latihan yang harus dijalani atlet diantaranya yaitu latih tanding beberapa sejumlah babak dan mengulas partai dan pertandingan, manganalisis tiori permainan pembukaan (opening) dan strategi permainan lainnya.
Pantauan Rakyat Aceh, para atlet catur yang menjalani jadwal latihan malam meski menggunakan lillin sebagai alat penerang, tampak cukup serius dan semangat berlatih tanding sesama mereka dan membahas problem catur di atas papan.
Secara terpisah Ketua Harian Percasi Aceh, Syarkawi Yuzan SH, mengatakan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil di Medan sebagai ajang untuk memperebutkan tiket lolos ke PON XVII 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Syarkawi mengungkapkan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil merupakan pecatur yang memiliki kualitas dan jam terbang yang cukup baik karena telah banyak mengikuti even-even nasional. Semua mereka memiliki gelar bahkan lima pecatur telah menyandang gelar master nasional, sebagian diantaranya masih berusia mudan dan energik.
Apalagi, ungkapnya, dua pecatur muda Aceh MN Hendrik dan Khairil Nardi telah lama berlatih di Jakarta. Di sana mereka juga aktif mengikuti even berkatagori nasional, sehingga banyak menghadapi pecatur-pecatur tangguh Indonesia. Presatsi mereka di selama di sana sudah lumayan bisa mengimbangi ketangguhan sejumlah pecatur nasional di Pulau Jawa yang telah bergelar Master Nasional, Master Ineternational dan Grand Master. “Mereka modal bagi tim kita di Porwil nanti,’ ujarnya.
“Kita harapkan para pecatur yang dipersiapkan ini bersemangat, serius, disiplin berlatih dan kompak menjalani Pelatda, sehingga bisa membuahkan hasil maksimal di Porwil nanti. Karena tantangan di Porwil sangat berat. Akan tetapi kita bertekad, catur Aceh bisa lolos PON,” ujarnya. (sud)
“Meski atlet menjalani jadwal latihan di malam hari akan tetapi tanpa penerangan listrik dan harus menggunakan lilin, tidak mengurangi semangat latihan mereka, Para atlet tetap serius melakukan program latihan,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Percasi Aceh, MN Said Hanafiah kepada Durman Daily kemarin.
Said mengatakan, program latihan persiapan atlet catur Aceh menghadapi Porwil sudah disusun dan harus dijalani atlet secara serius dan disiplin. “Makanya meski jadwal latihan di malam hari listrik mati, latihan tetap jalan meski menggunakan alat penerang lilin,” ujar Said yang juga pecatur kawakan Aceh ini yang bergelar master nasional (MN).
Ia menjelaskan , para pecatur Aceh yang dipersiapkan menghadapi Porwil yaitu MN Irwandi, MN Ahmad Muslim, MN Hendrik FS, MN Khairil Nardi, MN Prabowo dan MP Zulkhairi. Sementara itu, MN Khairilnardi dan MN Hendrik saat ini dan sudah hampir setahun menjalani latihan di Jakarta.
Ia mengungkapkan, empat pecatur lainnya, Ahmad Muslim, Zulkhairi, Irwandi dan Prabowo menjalani Pelatda serius di Banda Aceh sudah hampir satu bulan bertempat di Sekretariat sementara Percasi Aceh di Kelurahan Laksana.
Ungkapnya, para pecatur yang menjalani Pelatda di Banda Aceh digenjot dengan menu latihan yang maksimal dengan jadwal latihan yang ketat dan padat. “Para pecatur harus menjalani latihan yang telah kita susun yaitu pagi, siang dan malam. Kita juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap atlet,” ujarnya.
Disebutkannya, Pelatda itu juga melibatkan sejumlah pecatur tangguh Banda Aceh untuk program latihan latih tanding sebagai kawan berlatih tanding (sparing patner) dan membahas partai bagi atlet yang dipersiapkan ke Porwil, diantaranya yaitu Yusbar, Cut Umar Johan, Arifin dan Enda Yusra.
Sebutnya, Program-program latihan yang harus dijalani atlet diantaranya yaitu latih tanding beberapa sejumlah babak dan mengulas partai dan pertandingan, manganalisis tiori permainan pembukaan (opening) dan strategi permainan lainnya.
Pantauan Rakyat Aceh, para atlet catur yang menjalani jadwal latihan malam meski menggunakan lillin sebagai alat penerang, tampak cukup serius dan semangat berlatih tanding sesama mereka dan membahas problem catur di atas papan.
Secara terpisah Ketua Harian Percasi Aceh, Syarkawi Yuzan SH, mengatakan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil di Medan sebagai ajang untuk memperebutkan tiket lolos ke PON XVII 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Syarkawi mengungkapkan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil merupakan pecatur yang memiliki kualitas dan jam terbang yang cukup baik karena telah banyak mengikuti even-even nasional. Semua mereka memiliki gelar bahkan lima pecatur telah menyandang gelar master nasional, sebagian diantaranya masih berusia mudan dan energik.
Apalagi, ungkapnya, dua pecatur muda Aceh MN Hendrik dan Khairil Nardi telah lama berlatih di Jakarta. Di sana mereka juga aktif mengikuti even berkatagori nasional, sehingga banyak menghadapi pecatur-pecatur tangguh Indonesia. Presatsi mereka di selama di sana sudah lumayan bisa mengimbangi ketangguhan sejumlah pecatur nasional di Pulau Jawa yang telah bergelar Master Nasional, Master Ineternational dan Grand Master. “Mereka modal bagi tim kita di Porwil nanti,’ ujarnya.
“Kita harapkan para pecatur yang dipersiapkan ini bersemangat, serius, disiplin berlatih dan kompak menjalani Pelatda, sehingga bisa membuahkan hasil maksimal di Porwil nanti. Karena tantangan di Porwil sangat berat. Akan tetapi kita bertekad, catur Aceh bisa lolos PON,” ujarnya. (sud)
Pelatda Catur Aceh Diterangi Lilin
Banda Aceh – Pemusatan latihan daerah (Pelatda) atlet catur yang dipersiapkan menghadapi pekan olahraga wilayah (Porwil) di Medan Agustus mendatang, terpaksa harus menjalani latihan di malam hari dengan menggunakan penerang lilin, dalam masa adanya pemadaman listrik 24 jam secara bergantian dari PT PLN Wilayah I Aceh.
“Meski atlet menjalani jadwal latihan di malam hari akan tetapi tanpa penerangan listrik dan harus menggunakan lilin, tidak mengurangi semangat latihan mereka, Para atlet tetap serius melakukan program latihan,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Percasi Aceh, MN Said Hanafiah kepada Dirman Daily, kemarin.
Said mengatakan, program latihan persiapan atlet catur Aceh menghadapi Porwil sudah disusun dan harus dijalani atlet secara serius dan disiplin. “Makanya meski jadwal latihan di malam hari listrik mati, latihan tetap jalan meski menggunakan alat penerang lilin,” ujar Said yang juga pecatur kawakan Aceh ini yang bergelar master nasional (MN).
Ia menjelaskan , para pecatur Aceh yang dipersiapkan menghadapi Porwil yaitu MN Irwandi, MN Ahmad Muslim, MN Hendrik FS, MN Khairil Nardi, MN Prabowo dan MP Zulkhairi. Sementara itu, MN Khairilnardi dan MN Hendrik saat ini dan sudah hampir setahun menjalani latihan di Jakarta.
Ia mengungkapkan, empat pecatur lainnya, Ahmad Muslim, Zulkhairi, Irwandi dan Prabowo menjalani Pelatda serius di Banda Aceh sudah hampir satu bulan bertempat di Sekretariat sementara Percasi Aceh di Kelurahan Laksana.
Ungkapnya, para pecatur yang menjalani Pelatda di Banda Aceh digenjot dengan menu latihan yang maksimal dengan jadwal latihan yang ketat dan padat. “Para pecatur harus menjalani latihan yang telah kita susun yaitu pagi, siang dan malam. Kita juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap atlet,” ujarnya.
Disebutkannya, Pelatda itu juga melibatkan sejumlah pecatur tangguh Banda Aceh untuk program latihan latih tanding sebagai kawan berlatih tanding (sparing patner) dan membahas partai bagi atlet yang dipersiapkan ke Porwil, diantaranya yaitu Yusbar, Cut Umar Johan, Arifin dan Enda Yusra.
Sebutnya, Program-program latihan yang harus dijalani atlet diantaranya yaitu latih tanding beberapa sejumlah babak dan mengulas partai dan pertandingan, manganalisis tiori permainan pembukaan (opening) dan strategi permainan lainnya.
Pantauan Rakyat Aceh, para atlet catur yang menjalani jadwal latihan malam meski menggunakan lillin sebagai alat penerang, tampak cukup serius dan semangat berlatih tanding sesama mereka dan membahas problem catur di atas papan.
Secara terpisah Ketua Harian Percasi Aceh, Syarkawi Yuzan SH, mengatakan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil di Medan sebagai ajang untuk memperebutkan tiket lolos ke PON XVII 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Syarkawi mengungkapkan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil merupakan pecatur yang memiliki kualitas dan jam terbang yang cukup baik karena telah banyak mengikuti even-even nasional. Semua mereka memiliki gelar bahkan lima pecatur telah menyandang gelar master nasional, sebagian diantaranya masih berusia mudan dan energik.
Apalagi, ungkapnya, dua pecatur muda Aceh MN Hendrik dan Khairil Nardi telah lama berlatih di Jakarta. Di sana mereka juga aktif mengikuti even berkatagori nasional, sehingga banyak menghadapi pecatur-pecatur tangguh Indonesia. Presatsi mereka di selama di sana sudah lumayan bisa mengimbangi ketangguhan sejumlah pecatur nasional di Pulau Jawa yang telah bergelar Master Nasional, Master Ineternational dan Grand Master. “Mereka modal bagi tim kita di Porwil nanti,’ ujarnya.
“Kita harapkan para pecatur yang dipersiapkan ini bersemangat, serius, disiplin berlatih dan kompak menjalani Pelatda, sehingga bisa membuahkan hasil maksimal di Porwil nanti. Karena tantangan di Porwil sangat berat. Akan tetapi kita bertekad, catur Aceh bisa lolos PON,” ujarnya. (sud)
“Meski atlet menjalani jadwal latihan di malam hari akan tetapi tanpa penerangan listrik dan harus menggunakan lilin, tidak mengurangi semangat latihan mereka, Para atlet tetap serius melakukan program latihan,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Percasi Aceh, MN Said Hanafiah kepada Dirman Daily, kemarin.
Said mengatakan, program latihan persiapan atlet catur Aceh menghadapi Porwil sudah disusun dan harus dijalani atlet secara serius dan disiplin. “Makanya meski jadwal latihan di malam hari listrik mati, latihan tetap jalan meski menggunakan alat penerang lilin,” ujar Said yang juga pecatur kawakan Aceh ini yang bergelar master nasional (MN).
Ia menjelaskan , para pecatur Aceh yang dipersiapkan menghadapi Porwil yaitu MN Irwandi, MN Ahmad Muslim, MN Hendrik FS, MN Khairil Nardi, MN Prabowo dan MP Zulkhairi. Sementara itu, MN Khairilnardi dan MN Hendrik saat ini dan sudah hampir setahun menjalani latihan di Jakarta.
Ia mengungkapkan, empat pecatur lainnya, Ahmad Muslim, Zulkhairi, Irwandi dan Prabowo menjalani Pelatda serius di Banda Aceh sudah hampir satu bulan bertempat di Sekretariat sementara Percasi Aceh di Kelurahan Laksana.
Ungkapnya, para pecatur yang menjalani Pelatda di Banda Aceh digenjot dengan menu latihan yang maksimal dengan jadwal latihan yang ketat dan padat. “Para pecatur harus menjalani latihan yang telah kita susun yaitu pagi, siang dan malam. Kita juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap atlet,” ujarnya.
Disebutkannya, Pelatda itu juga melibatkan sejumlah pecatur tangguh Banda Aceh untuk program latihan latih tanding sebagai kawan berlatih tanding (sparing patner) dan membahas partai bagi atlet yang dipersiapkan ke Porwil, diantaranya yaitu Yusbar, Cut Umar Johan, Arifin dan Enda Yusra.
Sebutnya, Program-program latihan yang harus dijalani atlet diantaranya yaitu latih tanding beberapa sejumlah babak dan mengulas partai dan pertandingan, manganalisis tiori permainan pembukaan (opening) dan strategi permainan lainnya.
Pantauan Rakyat Aceh, para atlet catur yang menjalani jadwal latihan malam meski menggunakan lillin sebagai alat penerang, tampak cukup serius dan semangat berlatih tanding sesama mereka dan membahas problem catur di atas papan.
Secara terpisah Ketua Harian Percasi Aceh, Syarkawi Yuzan SH, mengatakan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil di Medan sebagai ajang untuk memperebutkan tiket lolos ke PON XVII 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Syarkawi mengungkapkan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil merupakan pecatur yang memiliki kualitas dan jam terbang yang cukup baik karena telah banyak mengikuti even-even nasional. Semua mereka memiliki gelar bahkan lima pecatur telah menyandang gelar master nasional, sebagian diantaranya masih berusia mudan dan energik.
Apalagi, ungkapnya, dua pecatur muda Aceh MN Hendrik dan Khairil Nardi telah lama berlatih di Jakarta. Di sana mereka juga aktif mengikuti even berkatagori nasional, sehingga banyak menghadapi pecatur-pecatur tangguh Indonesia. Presatsi mereka di selama di sana sudah lumayan bisa mengimbangi ketangguhan sejumlah pecatur nasional di Pulau Jawa yang telah bergelar Master Nasional, Master Ineternational dan Grand Master. “Mereka modal bagi tim kita di Porwil nanti,’ ujarnya.
“Kita harapkan para pecatur yang dipersiapkan ini bersemangat, serius, disiplin berlatih dan kompak menjalani Pelatda, sehingga bisa membuahkan hasil maksimal di Porwil nanti. Karena tantangan di Porwil sangat berat. Akan tetapi kita bertekad, catur Aceh bisa lolos PON,” ujarnya. (sud)
Tuesday, June 19, 2007
Tak Ada Kasus Kematinan Unggas Mendadak
Banda Aceh – Dalam dua bulan terakhir ini tidak ada lagi terjadi kasus kamatian unggas ternak milik warga secara mendadak seperti ayam, itik dan burung dalam dua bulan terakhir ini. Kondisi tersebut mengindikasikan virus H5N1 alias flu burung tidak berkembang di Banda Aceh.
“Indikasi tidak adanya berkembang virus flu burung menyerang unggas berdasarkan tidak adanya laporan dari warga dan juga tidak ada lagi ditemukan kasus unggas mati mendadak milik warga akhir-akhir ini,”ungkap Kepala Dinas Peternakan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan (P3K) Banda Aceh, Ir Zulkifli Syahbuddin MM melalui Kasi SDM dan Teknologi Drh Merdu kepada Dirman Daly, Selasa (19/6).
Mustafa menyebutkan, dengan keadaan itu berarti angka kematian hewan unggas sudah dapat ditekan tidak terjadi lagi. “Hal ini juga partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan kandang dan upaya kita melakukan penyuluhan, penyemprotan desfektan (pembasmi virus) dan vaksinasi,” ujarnya.
Kendati begitu, sebutnya, waga pemilik unggas jangan lengah, dan tetap terus menerapkan bio scurity (pengamanan hewan) terhadap terhadap ternak unggas peliharaan. “Kita juga tetap perketat bio scurity ini, dengan rutin melakukan vaksinasi avian influenza di semua gampong/kelurahan di 9 kecamatan di Banda Aceh. Dan kegiatan vaksinasi selama ini rutin kita lakukan, sejak Pebruari hingga Mai,” ungkapnya.
Ditambahkannya, penyempotan juga dilakukan semua kandang unggas milik warga sejak Mai lalu dan sekarang sudah selesai. “Ini kita lakukan karena virus H5N1datang dan pergi tidak dapat diketahui,” ujarnya.
Disebutkannya, dalam penyempotan kandang unggas melibatkan warga gampong/kelurahan setempat yang telah dididik oleh Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Kota Banda Aceh. Tujuannya, aga warga merasa memiliki dan pentingnya kesehatan gampong/kelurahannya, sehingga terhindar dai virus flu burung.
Katanya, dalam memberantas virus flu burung kalau tidak berbasis masyarakat, omong kosong dapat menumpas virus yang dapat mematikan tersebut. “Kami himbau masyarakat yang memiliki unggas peliharaan, harus tetap membersihkan kandang dan jika ayam ditemukan mati mendadak segera melapor dinas terkait yang terdekat,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta warga setelah memegang unggas yang sakit jangan lupa mencuci tangan yang benar, bersih dan memakai sabun.(sud)
“Indikasi tidak adanya berkembang virus flu burung menyerang unggas berdasarkan tidak adanya laporan dari warga dan juga tidak ada lagi ditemukan kasus unggas mati mendadak milik warga akhir-akhir ini,”ungkap Kepala Dinas Peternakan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan (P3K) Banda Aceh, Ir Zulkifli Syahbuddin MM melalui Kasi SDM dan Teknologi Drh Merdu kepada Dirman Daly, Selasa (19/6).
Mustafa menyebutkan, dengan keadaan itu berarti angka kematian hewan unggas sudah dapat ditekan tidak terjadi lagi. “Hal ini juga partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan kandang dan upaya kita melakukan penyuluhan, penyemprotan desfektan (pembasmi virus) dan vaksinasi,” ujarnya.
Kendati begitu, sebutnya, waga pemilik unggas jangan lengah, dan tetap terus menerapkan bio scurity (pengamanan hewan) terhadap terhadap ternak unggas peliharaan. “Kita juga tetap perketat bio scurity ini, dengan rutin melakukan vaksinasi avian influenza di semua gampong/kelurahan di 9 kecamatan di Banda Aceh. Dan kegiatan vaksinasi selama ini rutin kita lakukan, sejak Pebruari hingga Mai,” ungkapnya.
Ditambahkannya, penyempotan juga dilakukan semua kandang unggas milik warga sejak Mai lalu dan sekarang sudah selesai. “Ini kita lakukan karena virus H5N1datang dan pergi tidak dapat diketahui,” ujarnya.
Disebutkannya, dalam penyempotan kandang unggas melibatkan warga gampong/kelurahan setempat yang telah dididik oleh Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Kota Banda Aceh. Tujuannya, aga warga merasa memiliki dan pentingnya kesehatan gampong/kelurahannya, sehingga terhindar dai virus flu burung.
Katanya, dalam memberantas virus flu burung kalau tidak berbasis masyarakat, omong kosong dapat menumpas virus yang dapat mematikan tersebut. “Kami himbau masyarakat yang memiliki unggas peliharaan, harus tetap membersihkan kandang dan jika ayam ditemukan mati mendadak segera melapor dinas terkait yang terdekat,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta warga setelah memegang unggas yang sakit jangan lupa mencuci tangan yang benar, bersih dan memakai sabun.(sud)
BRR Harus Perbaiki Rumah yang Diterpa Angin
Banda Aceh – Rumah korban tsunami bantuan suatu NGO yaitu World Vision di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, yang atapnya terlepas diterbangi angin, dindikasikan semakin membuktikan pembangunan rumah tersebut dibangun asal jadi oleh kontraktor.
“Memang penyebabnya karena angin, itu tidak bisa kita kaji, akan tetapi jika kita bandingkan dengan rumah yang lain juga bantuan NGO dan rumah biasa semnetara tidak apa-apa. Tapi mengapa rumah yang dibangun di Lamjabat bisa cepat dan langsung atapnya lepas oleh angin. Ini bererti kualitas pengerjaan sangat rendah dan asal jadi,” ujar seorang anggota Komisi C (bidang pembangunan) DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar ST menanggapi sering terjadi atap rumah korban tsunami bantuan NGO yang terlepas akibat angin kencang yang masih dalam batas normal kepada Dirman Daily kemarin.
Ia meminta BRR selaku badan yang memiliki otoritas dalam proses rehabilitasi dan rekontruksi di daerah yang terkena bencana gempa dan tsunami ini, untuk meminta kontraktor yang melakukan pergejaan rumah yang atapnya diterpa angin di Lamjabat supaya diperbaiki.
“Dalam hal ini kita minta pihak BRR dan NGO World Vision yang membantu pembangunan rumah korban tsunami di lamjabat untuk memperbaiki rumah warga yang atapnya diterpa angin tersebut,’ pintanya.
Ia tak ingin BRR dan World Vision membiarkan rumah waga tersebut harus warga memperbaiki sendiri. “Kita harus memberikan perhatian kepada warga korban tsunami, karena banyak kondisi ekonominya masih lemah, dari mana dana untuk melakukan perbaikan rumahnya yang rusak,” ujarnya.
Sebutnya, banyak rumah-rumah korban tsunami bantuan NGO dan BRR yang dikerjakan baik oleh kontraktor lokal dan nasional dibuat asal jadi dan belum rampung sudah ditinggalkan, sepeti peumahan di Lamteumen dan Lampoh Daya yang dibuat asal jadi.
Sementara itu, anggota dewan lainnya dari Fraksi PKS menambahkan, banyak sudah kasus rumah bantuan untuk korban tsunami yang selesai dibangun begitu kena angin sedikit atapnya berterbangan, seperti dua bulan sebelumnya sejumlah unit rumah di Peulanggahan dan Lambaro Skep. Ini membuktikan rumah tersebut kualitasnya sangat rendah dan dibuat asal jadi.
Namun sangat disayangkan, sudah terjadi demikian, pihak BRR, NGO atau pihak kontraktor yang mengerjakan rumah tersebut tidak mau memperbaikinya. “Seperti sejumlah unit rumah di Peulanggahan dan lambaro Skep sampai sekarang pihak BRR, NGO maupun kontraktor bersangkutan tidak mempebaikinya, terpaksa pemilik rumah yang memperbaikinya sendiri meski harus berangsur-angsur, karena ketidakmampuan dana yang dimiliki,” katnya.
Sementara itu dua unit rumah milik korban tsunami bantuan NGO World Vision di Lamjabat masing-masing di lorong mesjid dan dan Jalan Pendidikan, Dusun Paya, yang atapnya copot diterbang angin, Senin (18/6) hingga kemarin pemilik rumah harus memperbaikinya sendiri.
Menyangkut rumah untuk korban tsunami yang dibuat asal jadi dan dittinggalkan sebelum rampung oleh kontraktor diakui oleh Kapala BRR Aceh –Nias, Kuntoro Mangkusubroto.
“Rumah yang dibuat asal jadi dan ditinggalkan sebelum selesai dikerjakan sekitar 1700 unit rumah. Ada sekitar tujuh persen kontraktor dari sekian banyaknya kontraktor yang nakal itu. Kontraktor tersebut sudah kita serahkan kepada pihak yang berwajib yaitu polisi dan jaksa untuk diperiksa dan diusut,” ujarnya.
Sebutnya, secara hukum kasus kontraktor nakan bisa diselesaikan (diusut), namun bukan itu yang semata. Akan tetapi yang menyedihkan akibat ulah kontrakto tersebut yang menderita adalah warga koban tsunami, karena tidak merasakan rumah yang layak huni.
Mau tak mau, sebutnya, BRR dan NGO harus memperbaiki rumah yang dibuat asal jadi dan diterlantarkan oleh kontraktor itu. “Berarti kita juga mengalami kerugian dalam pervcepatan pembangunan rumah korban tsunami, karena harus memperbaiki lagi,” katanya. (sud).
“Memang penyebabnya karena angin, itu tidak bisa kita kaji, akan tetapi jika kita bandingkan dengan rumah yang lain juga bantuan NGO dan rumah biasa semnetara tidak apa-apa. Tapi mengapa rumah yang dibangun di Lamjabat bisa cepat dan langsung atapnya lepas oleh angin. Ini bererti kualitas pengerjaan sangat rendah dan asal jadi,” ujar seorang anggota Komisi C (bidang pembangunan) DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar ST menanggapi sering terjadi atap rumah korban tsunami bantuan NGO yang terlepas akibat angin kencang yang masih dalam batas normal kepada Dirman Daily kemarin.
Ia meminta BRR selaku badan yang memiliki otoritas dalam proses rehabilitasi dan rekontruksi di daerah yang terkena bencana gempa dan tsunami ini, untuk meminta kontraktor yang melakukan pergejaan rumah yang atapnya diterpa angin di Lamjabat supaya diperbaiki.
“Dalam hal ini kita minta pihak BRR dan NGO World Vision yang membantu pembangunan rumah korban tsunami di lamjabat untuk memperbaiki rumah warga yang atapnya diterpa angin tersebut,’ pintanya.
Ia tak ingin BRR dan World Vision membiarkan rumah waga tersebut harus warga memperbaiki sendiri. “Kita harus memberikan perhatian kepada warga korban tsunami, karena banyak kondisi ekonominya masih lemah, dari mana dana untuk melakukan perbaikan rumahnya yang rusak,” ujarnya.
Sebutnya, banyak rumah-rumah korban tsunami bantuan NGO dan BRR yang dikerjakan baik oleh kontraktor lokal dan nasional dibuat asal jadi dan belum rampung sudah ditinggalkan, sepeti peumahan di Lamteumen dan Lampoh Daya yang dibuat asal jadi.
Sementara itu, anggota dewan lainnya dari Fraksi PKS menambahkan, banyak sudah kasus rumah bantuan untuk korban tsunami yang selesai dibangun begitu kena angin sedikit atapnya berterbangan, seperti dua bulan sebelumnya sejumlah unit rumah di Peulanggahan dan Lambaro Skep. Ini membuktikan rumah tersebut kualitasnya sangat rendah dan dibuat asal jadi.
Namun sangat disayangkan, sudah terjadi demikian, pihak BRR, NGO atau pihak kontraktor yang mengerjakan rumah tersebut tidak mau memperbaikinya. “Seperti sejumlah unit rumah di Peulanggahan dan lambaro Skep sampai sekarang pihak BRR, NGO maupun kontraktor bersangkutan tidak mempebaikinya, terpaksa pemilik rumah yang memperbaikinya sendiri meski harus berangsur-angsur, karena ketidakmampuan dana yang dimiliki,” katnya.
Sementara itu dua unit rumah milik korban tsunami bantuan NGO World Vision di Lamjabat masing-masing di lorong mesjid dan dan Jalan Pendidikan, Dusun Paya, yang atapnya copot diterbang angin, Senin (18/6) hingga kemarin pemilik rumah harus memperbaikinya sendiri.
Menyangkut rumah untuk korban tsunami yang dibuat asal jadi dan dittinggalkan sebelum rampung oleh kontraktor diakui oleh Kapala BRR Aceh –Nias, Kuntoro Mangkusubroto.
“Rumah yang dibuat asal jadi dan ditinggalkan sebelum selesai dikerjakan sekitar 1700 unit rumah. Ada sekitar tujuh persen kontraktor dari sekian banyaknya kontraktor yang nakal itu. Kontraktor tersebut sudah kita serahkan kepada pihak yang berwajib yaitu polisi dan jaksa untuk diperiksa dan diusut,” ujarnya.
Sebutnya, secara hukum kasus kontraktor nakan bisa diselesaikan (diusut), namun bukan itu yang semata. Akan tetapi yang menyedihkan akibat ulah kontrakto tersebut yang menderita adalah warga koban tsunami, karena tidak merasakan rumah yang layak huni.
Mau tak mau, sebutnya, BRR dan NGO harus memperbaiki rumah yang dibuat asal jadi dan diterlantarkan oleh kontraktor itu. “Berarti kita juga mengalami kerugian dalam pervcepatan pembangunan rumah korban tsunami, karena harus memperbaiki lagi,” katanya. (sud).
Pemko Serahkan Persoalan Persiraja ke BPK
Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menyerahkan persoalan penggunaan dana Persiraja semasa manajemen lama kepada BPK untuk dilakukan pengusutan. Manajemen lama sempat berkiprah awal-awal Persiraja mengikuti kompetisi liga sepkbola Indonesia putara pertama.
Sekretaris Umum Persiraja Safwan Yusuf kepada Dirman Daly kemarin mengatakan, persoalan kontrak seorang pemain asing yaitu Kwarteh yang tidak bisa bermain karena terkena aturan Badan Liga Indonesia (BLI), namun pihak manejemen lama telah menyerahkan uang kontrak sebersar Rp 200 juta, sedang diusut BPK.
Safwan mengungkapkan, pengusutan itu, termasuk pembayaran panjar pelatih Riono Asnan sebesar 50 persen atau Rp 200 juta dari nilai kontrak Rp600 juta. “Pemko telah menyerahkan persoalan itu untuk diusut BPK. Pengurus hanya menunggu hasil pengusutan tersebut,” jelasnya.
Menyangkut kontrak Kwarteh dan Riono Asnan, ungkapnya, pihak pengurus Persiraja yang baru dibentuik hasil Musdalub beberapa waktu lalu telah melakukan penelusuran dan pengecekan ke BLI, ternyata tidak dilakukan proses kontrak dan tidak ada bukti proses kontrak, secara tertulis.
“Pembayaran uang panjar kontrak itu dibayar begitu saja, tidak ada proses kontrak dan buktinya. Kita sudah telusuri ke BLI. Jadi sulit mengurusnya ke BLI, uang yang sudah diberikan kepada Kwarteh bisa dikembalikan. Penggunaan dana masa manajemen lama pengusutannya diserahkan kepada BPK, kita tunggu saja hasilnya” ujarnya.
Ditanya pendanaan persiapan Persiaraja mengikuti putaran kedua yang akan digelar Agustustus mendatang?, Safwan mengungkapkan, Pemko Banda Aceh sebagai pemilik tim telah melayangkan surat permohonan bantuan tambahan dana ke DPRK dari anngaran belanja tambahan (ABT) Perubahan APBK 2007.” Surat permohonan telah dilayangkan Walikota Banda Aceh Ir Mawardy Nurdin kepada DPRK,” jelasnya.
“Kalau permohonan penambahan dana tidak bisa diterima atau ditolak oleh DPRK , kita bisa bilang apa-apa, terpaksa Persiraja gagal mengikuti putaran kedua dan bubar,” katanya, seraya mengatakan itulah upaya menyelematkan Persiraja untuk soal pendanaan
Ia menyebutkan, sejak Persiraja dipegang oleh manajemen lama hingga sekarang, untuk biaya segala keperluan mengikuti pertandingan, konsumsi dan gaji pemain telah menghabiskan dana sekitar Rp 8,6 milyar. Sedangkan dana untuk Persiraja yang dialokasikan dari APBD 2007 Rp5 milyar. “Jadi sekarang Persiraja masih terhutang Rp3,6 milyar lagi. Namun penggunaan dana itu sedang diusut BPK,” ungkapnya.
Kendati begitu, ujarnya, persiapan tim ke putaran kedua tetap berjalan. Para pemain sekarang tetap menjalani latihan rutin. Meski pemain yang ada cuma beberap orang tetap latihan, kita bisa liohat mana yang disiplin. Sedangkan gaji pemain sampai bulan Mai sudah kita bayar,” ungkapnya.
Pengurus Baru yang Menghancurkan Persiraja
Sementara itu, Wakil Manejer Persiraja semasa manajemen lama, Sultan Muhammad Rusdy mengatakan, Kwarteh tidak bisa main karena tiba-tiba keluar peraturan baru BLI, tentang pemain asing yang sudah habis masa waktu bermain di Indonesia. “Jadi pemain tersbut harus bermain dulu keluar, baru bisa main lagi di Indonesia. Dan saat itu klub lainnya ada yang mengalami hal serupa,’ jelasnya.
Sebutnya, sedangkan soal pelatih Riono Asnan, pemecatannya sesuai keputusan manajemen berdasarkan permintaan publik. Sesuai ketentuan, panjar kontrak yang sudah dibayarkan kepada yang bersangkutan tidak bisa ditarik lagi. Itu resiko dari pemecatan dari manajemen.
“Rekrutmen pemain dan pelatih telah dilakukan melalui proses kontrak. Sebenarnya masa manajemen lama prestasi dan posisi Persiraja sedang bagus-bagusnya, berada di peringkat 12 saat itu. Tapi begitu dirombak dan dirubah manajemen, langsung prestasi Persiraja anjlok. Jadi yang menghancurkan Persiraja itu hingga posisi terpuruk sekarang ini, pengurus dan manajemen yang sekarang ini,” tuturnya, seraya mengatakan coba tanya dengan para pemain bagaimana semasa manajemen lama.
Sementara itu, dalam mengahadapi Divisi Utama sebelumnya, untuk menciptakan tim Pesiraja yang solid juga dibentuk tim yang diberinama tim sembeilan. Dalam manajemen lama, manejer Persiraja langsung dipegang oleh Razaly Yusuf yang saat itu masih sebagai Penjabat Walikota Banda Aceh.(sud)
Sekretaris Umum Persiraja Safwan Yusuf kepada Dirman Daly kemarin mengatakan, persoalan kontrak seorang pemain asing yaitu Kwarteh yang tidak bisa bermain karena terkena aturan Badan Liga Indonesia (BLI), namun pihak manejemen lama telah menyerahkan uang kontrak sebersar Rp 200 juta, sedang diusut BPK.
Safwan mengungkapkan, pengusutan itu, termasuk pembayaran panjar pelatih Riono Asnan sebesar 50 persen atau Rp 200 juta dari nilai kontrak Rp600 juta. “Pemko telah menyerahkan persoalan itu untuk diusut BPK. Pengurus hanya menunggu hasil pengusutan tersebut,” jelasnya.
Menyangkut kontrak Kwarteh dan Riono Asnan, ungkapnya, pihak pengurus Persiraja yang baru dibentuik hasil Musdalub beberapa waktu lalu telah melakukan penelusuran dan pengecekan ke BLI, ternyata tidak dilakukan proses kontrak dan tidak ada bukti proses kontrak, secara tertulis.
“Pembayaran uang panjar kontrak itu dibayar begitu saja, tidak ada proses kontrak dan buktinya. Kita sudah telusuri ke BLI. Jadi sulit mengurusnya ke BLI, uang yang sudah diberikan kepada Kwarteh bisa dikembalikan. Penggunaan dana masa manajemen lama pengusutannya diserahkan kepada BPK, kita tunggu saja hasilnya” ujarnya.
Ditanya pendanaan persiapan Persiaraja mengikuti putaran kedua yang akan digelar Agustustus mendatang?, Safwan mengungkapkan, Pemko Banda Aceh sebagai pemilik tim telah melayangkan surat permohonan bantuan tambahan dana ke DPRK dari anngaran belanja tambahan (ABT) Perubahan APBK 2007.” Surat permohonan telah dilayangkan Walikota Banda Aceh Ir Mawardy Nurdin kepada DPRK,” jelasnya.
“Kalau permohonan penambahan dana tidak bisa diterima atau ditolak oleh DPRK , kita bisa bilang apa-apa, terpaksa Persiraja gagal mengikuti putaran kedua dan bubar,” katanya, seraya mengatakan itulah upaya menyelematkan Persiraja untuk soal pendanaan
Ia menyebutkan, sejak Persiraja dipegang oleh manajemen lama hingga sekarang, untuk biaya segala keperluan mengikuti pertandingan, konsumsi dan gaji pemain telah menghabiskan dana sekitar Rp 8,6 milyar. Sedangkan dana untuk Persiraja yang dialokasikan dari APBD 2007 Rp5 milyar. “Jadi sekarang Persiraja masih terhutang Rp3,6 milyar lagi. Namun penggunaan dana itu sedang diusut BPK,” ungkapnya.
Kendati begitu, ujarnya, persiapan tim ke putaran kedua tetap berjalan. Para pemain sekarang tetap menjalani latihan rutin. Meski pemain yang ada cuma beberap orang tetap latihan, kita bisa liohat mana yang disiplin. Sedangkan gaji pemain sampai bulan Mai sudah kita bayar,” ungkapnya.
Pengurus Baru yang Menghancurkan Persiraja
Sementara itu, Wakil Manejer Persiraja semasa manajemen lama, Sultan Muhammad Rusdy mengatakan, Kwarteh tidak bisa main karena tiba-tiba keluar peraturan baru BLI, tentang pemain asing yang sudah habis masa waktu bermain di Indonesia. “Jadi pemain tersbut harus bermain dulu keluar, baru bisa main lagi di Indonesia. Dan saat itu klub lainnya ada yang mengalami hal serupa,’ jelasnya.
Sebutnya, sedangkan soal pelatih Riono Asnan, pemecatannya sesuai keputusan manajemen berdasarkan permintaan publik. Sesuai ketentuan, panjar kontrak yang sudah dibayarkan kepada yang bersangkutan tidak bisa ditarik lagi. Itu resiko dari pemecatan dari manajemen.
“Rekrutmen pemain dan pelatih telah dilakukan melalui proses kontrak. Sebenarnya masa manajemen lama prestasi dan posisi Persiraja sedang bagus-bagusnya, berada di peringkat 12 saat itu. Tapi begitu dirombak dan dirubah manajemen, langsung prestasi Persiraja anjlok. Jadi yang menghancurkan Persiraja itu hingga posisi terpuruk sekarang ini, pengurus dan manajemen yang sekarang ini,” tuturnya, seraya mengatakan coba tanya dengan para pemain bagaimana semasa manajemen lama.
Sementara itu, dalam mengahadapi Divisi Utama sebelumnya, untuk menciptakan tim Pesiraja yang solid juga dibentuk tim yang diberinama tim sembeilan. Dalam manajemen lama, manejer Persiraja langsung dipegang oleh Razaly Yusuf yang saat itu masih sebagai Penjabat Walikota Banda Aceh.(sud)
DPRK Stop Dana Persiraja
DPRK Stop Dana untuk Persiraja
*Persiraja Diambang Bubar
Banda Aceh – Nasib tim perserikatan Kota Banda Aceh, Pesiraja kini dalam keadaan terpuruk dan berada diujung tanduk untuk mengikuti lanjutan kompetsis sepakbola Liga Sepabola Indonesai Divisi Utama, putaran kedua yang akan digelar Agustus mendatang.
Persiraja yang telah kehabisan dana ini, sampai sekarang sulit dan belum ada kejelasan sumber untuk mendapatkan dana baru sebagai biaya segala keperluan persiapan dan mengikuti putaran kedua.
DPRK Banda Aceh yang sebelumnya telah mensyahkan dana untuk Persiraja sebesar Rp5 milyar dalam APBD 2007, tidak akan menambah dana untuk tim Kota Banda Aceh ini dalam anggaran belanja tambahan (ABT) atau APBD perubahan 2007.
Dewan bersikukuh tidak menambah dana untuk Persiraja dalan ABT. Dana Rp5 milyar dari APBD 2007 merupakan yang terakhir bagi tim tersebut. “Dewan tidak mau menambah dana untuk Persiraja, cukup sebatas Rp5 milyar,” tegas Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Anas Bidin Nyak Syech kepada Dirman Daily menaggapi nasib tim Laskar Rencong itu yang kini terpuruk oleh ketiadaan dana.
Anas Bidin menyatakan, padahal dalam APBD 2007 tidak ada lagi dana untuk Persiraja, karena sudah ada peraturan Mendagri (Permendagri) yaitu dana untuk tim perserikatan dari APBD tidak boleh ada lagi alias dihapuskan, karena pertimbangan daerah masih juga diberikan dana dalam APBD 2007 ini dan kedepan sudah tidak boleh lagi.
Sebenarnya, sebutnya, dana Rp5 Milyar untuk Persiraja tersebut kalau dibuat kantor geuchik sudah banyak yang siap, apalagi sekarang masih banyak kantor geuchik yang menumpang..
“Jadi kita seharusnya lebih mementingkan dana dianggarkan untuk kepentingan masyarakat dan membangun fasilitas yang dibutuhkan publik, untuk Persiraja kalau tidak mampu untuk apa dipaksakan. Apalagi prestasinya jelek, orang yang mengurus dan mengelola dana tidak profesional, bahkan tidak menyadari kalau dana Persiraja itu bersumber dari APBD yang merupakan uang rakyat,”paparnya.
Lagi pula, sebutnya, penggunaan dana Rp5 milyar saja belum ada pertanggungjawabannya oleh pihak pengurus dan manajemen Persiraja. “Apalagi mau minta tambah dana, ya tidak mungkin saja. Dewan tetap konsisten menyetop dana tambahan dari APBD untuk Persiraja,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Persiraja, Syafwan Yusuf mengatakan, Walikota Banda Aceh, selaku Ketua Umum Persiraja telah melayangkan surat permohonan ke DPRK untuk tambahan dana bagi tim Kota Banda Aceh ini.
“Kalau penambahan dana tidak disetujui oleh DPRK, kita tidak tahu harus kemana lagi mendapatkan dana, berarti Persiraja terpaksa tidak ikut lagi putaran kedua dan bubar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Persiraja telah menghabiskan dan Rp8,6 milyar, dengan bantuan APBD Rp5 milyar, sekarang Persiraja terhuntang dengan pihak ketiga Rp3,6 milyar lagi.(sud).
*Persiraja Diambang Bubar
Banda Aceh – Nasib tim perserikatan Kota Banda Aceh, Pesiraja kini dalam keadaan terpuruk dan berada diujung tanduk untuk mengikuti lanjutan kompetsis sepakbola Liga Sepabola Indonesai Divisi Utama, putaran kedua yang akan digelar Agustus mendatang.
Persiraja yang telah kehabisan dana ini, sampai sekarang sulit dan belum ada kejelasan sumber untuk mendapatkan dana baru sebagai biaya segala keperluan persiapan dan mengikuti putaran kedua.
DPRK Banda Aceh yang sebelumnya telah mensyahkan dana untuk Persiraja sebesar Rp5 milyar dalam APBD 2007, tidak akan menambah dana untuk tim Kota Banda Aceh ini dalam anggaran belanja tambahan (ABT) atau APBD perubahan 2007.
Dewan bersikukuh tidak menambah dana untuk Persiraja dalan ABT. Dana Rp5 milyar dari APBD 2007 merupakan yang terakhir bagi tim tersebut. “Dewan tidak mau menambah dana untuk Persiraja, cukup sebatas Rp5 milyar,” tegas Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Anas Bidin Nyak Syech kepada Dirman Daily menaggapi nasib tim Laskar Rencong itu yang kini terpuruk oleh ketiadaan dana.
Anas Bidin menyatakan, padahal dalam APBD 2007 tidak ada lagi dana untuk Persiraja, karena sudah ada peraturan Mendagri (Permendagri) yaitu dana untuk tim perserikatan dari APBD tidak boleh ada lagi alias dihapuskan, karena pertimbangan daerah masih juga diberikan dana dalam APBD 2007 ini dan kedepan sudah tidak boleh lagi.
Sebenarnya, sebutnya, dana Rp5 Milyar untuk Persiraja tersebut kalau dibuat kantor geuchik sudah banyak yang siap, apalagi sekarang masih banyak kantor geuchik yang menumpang..
“Jadi kita seharusnya lebih mementingkan dana dianggarkan untuk kepentingan masyarakat dan membangun fasilitas yang dibutuhkan publik, untuk Persiraja kalau tidak mampu untuk apa dipaksakan. Apalagi prestasinya jelek, orang yang mengurus dan mengelola dana tidak profesional, bahkan tidak menyadari kalau dana Persiraja itu bersumber dari APBD yang merupakan uang rakyat,”paparnya.
Lagi pula, sebutnya, penggunaan dana Rp5 milyar saja belum ada pertanggungjawabannya oleh pihak pengurus dan manajemen Persiraja. “Apalagi mau minta tambah dana, ya tidak mungkin saja. Dewan tetap konsisten menyetop dana tambahan dari APBD untuk Persiraja,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Persiraja, Syafwan Yusuf mengatakan, Walikota Banda Aceh, selaku Ketua Umum Persiraja telah melayangkan surat permohonan ke DPRK untuk tambahan dana bagi tim Kota Banda Aceh ini.
“Kalau penambahan dana tidak disetujui oleh DPRK, kita tidak tahu harus kemana lagi mendapatkan dana, berarti Persiraja terpaksa tidak ikut lagi putaran kedua dan bubar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Persiraja telah menghabiskan dan Rp8,6 milyar, dengan bantuan APBD Rp5 milyar, sekarang Persiraja terhuntang dengan pihak ketiga Rp3,6 milyar lagi.(sud).
Subscribe to:
Comments (Atom)