Banda Aceh – Pemusatan latihan daerah (Pelatda) atlet catur yang dipersiapkan menghadapi pekan olahraga wilayah (Porwil) di Medan Agustus mendatang, terpaksa harus menjalani latihan di malam hari dengan menggunakan penerang lilin, dalam masa adanya pemadaman listrik 24 jam secara bergantian dari PT PLN Wilayah I Aceh.
“Meski atlet menjalani jadwal latihan di malam hari akan tetapi tanpa penerangan listrik dan harus menggunakan lilin, tidak mengurangi semangat latihan mereka, Para atlet tetap serius melakukan program latihan,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Percasi Aceh, MN Said Hanafiah kepada Durman Daily kemarin.
Said mengatakan, program latihan persiapan atlet catur Aceh menghadapi Porwil sudah disusun dan harus dijalani atlet secara serius dan disiplin. “Makanya meski jadwal latihan di malam hari listrik mati, latihan tetap jalan meski menggunakan alat penerang lilin,” ujar Said yang juga pecatur kawakan Aceh ini yang bergelar master nasional (MN).
Ia menjelaskan , para pecatur Aceh yang dipersiapkan menghadapi Porwil yaitu MN Irwandi, MN Ahmad Muslim, MN Hendrik FS, MN Khairil Nardi, MN Prabowo dan MP Zulkhairi. Sementara itu, MN Khairilnardi dan MN Hendrik saat ini dan sudah hampir setahun menjalani latihan di Jakarta.
Ia mengungkapkan, empat pecatur lainnya, Ahmad Muslim, Zulkhairi, Irwandi dan Prabowo menjalani Pelatda serius di Banda Aceh sudah hampir satu bulan bertempat di Sekretariat sementara Percasi Aceh di Kelurahan Laksana.
Ungkapnya, para pecatur yang menjalani Pelatda di Banda Aceh digenjot dengan menu latihan yang maksimal dengan jadwal latihan yang ketat dan padat. “Para pecatur harus menjalani latihan yang telah kita susun yaitu pagi, siang dan malam. Kita juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap atlet,” ujarnya.
Disebutkannya, Pelatda itu juga melibatkan sejumlah pecatur tangguh Banda Aceh untuk program latihan latih tanding sebagai kawan berlatih tanding (sparing patner) dan membahas partai bagi atlet yang dipersiapkan ke Porwil, diantaranya yaitu Yusbar, Cut Umar Johan, Arifin dan Enda Yusra.
Sebutnya, Program-program latihan yang harus dijalani atlet diantaranya yaitu latih tanding beberapa sejumlah babak dan mengulas partai dan pertandingan, manganalisis tiori permainan pembukaan (opening) dan strategi permainan lainnya.
Pantauan Rakyat Aceh, para atlet catur yang menjalani jadwal latihan malam meski menggunakan lillin sebagai alat penerang, tampak cukup serius dan semangat berlatih tanding sesama mereka dan membahas problem catur di atas papan.
Secara terpisah Ketua Harian Percasi Aceh, Syarkawi Yuzan SH, mengatakan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil di Medan sebagai ajang untuk memperebutkan tiket lolos ke PON XVII 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Syarkawi mengungkapkan, para pecatur yang dipersiapkan ke Porwil merupakan pecatur yang memiliki kualitas dan jam terbang yang cukup baik karena telah banyak mengikuti even-even nasional. Semua mereka memiliki gelar bahkan lima pecatur telah menyandang gelar master nasional, sebagian diantaranya masih berusia mudan dan energik.
Apalagi, ungkapnya, dua pecatur muda Aceh MN Hendrik dan Khairil Nardi telah lama berlatih di Jakarta. Di sana mereka juga aktif mengikuti even berkatagori nasional, sehingga banyak menghadapi pecatur-pecatur tangguh Indonesia. Presatsi mereka di selama di sana sudah lumayan bisa mengimbangi ketangguhan sejumlah pecatur nasional di Pulau Jawa yang telah bergelar Master Nasional, Master Ineternational dan Grand Master. “Mereka modal bagi tim kita di Porwil nanti,’ ujarnya.
“Kita harapkan para pecatur yang dipersiapkan ini bersemangat, serius, disiplin berlatih dan kompak menjalani Pelatda, sehingga bisa membuahkan hasil maksimal di Porwil nanti. Karena tantangan di Porwil sangat berat. Akan tetapi kita bertekad, catur Aceh bisa lolos PON,” ujarnya. (sud)
Friday, June 22, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment