Banda Aceh – Dalam dua bulan terakhir ini tidak ada lagi terjadi kasus kamatian unggas ternak milik warga secara mendadak seperti ayam, itik dan burung dalam dua bulan terakhir ini. Kondisi tersebut mengindikasikan virus H5N1 alias flu burung tidak berkembang di Banda Aceh.
“Indikasi tidak adanya berkembang virus flu burung menyerang unggas berdasarkan tidak adanya laporan dari warga dan juga tidak ada lagi ditemukan kasus unggas mati mendadak milik warga akhir-akhir ini,”ungkap Kepala Dinas Peternakan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan (P3K) Banda Aceh, Ir Zulkifli Syahbuddin MM melalui Kasi SDM dan Teknologi Drh Merdu kepada Dirman Daly, Selasa (19/6).
Mustafa menyebutkan, dengan keadaan itu berarti angka kematian hewan unggas sudah dapat ditekan tidak terjadi lagi. “Hal ini juga partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan kandang dan upaya kita melakukan penyuluhan, penyemprotan desfektan (pembasmi virus) dan vaksinasi,” ujarnya.
Kendati begitu, sebutnya, waga pemilik unggas jangan lengah, dan tetap terus menerapkan bio scurity (pengamanan hewan) terhadap terhadap ternak unggas peliharaan. “Kita juga tetap perketat bio scurity ini, dengan rutin melakukan vaksinasi avian influenza di semua gampong/kelurahan di 9 kecamatan di Banda Aceh. Dan kegiatan vaksinasi selama ini rutin kita lakukan, sejak Pebruari hingga Mai,” ungkapnya.
Ditambahkannya, penyempotan juga dilakukan semua kandang unggas milik warga sejak Mai lalu dan sekarang sudah selesai. “Ini kita lakukan karena virus H5N1datang dan pergi tidak dapat diketahui,” ujarnya.
Disebutkannya, dalam penyempotan kandang unggas melibatkan warga gampong/kelurahan setempat yang telah dididik oleh Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Kota Banda Aceh. Tujuannya, aga warga merasa memiliki dan pentingnya kesehatan gampong/kelurahannya, sehingga terhindar dai virus flu burung.
Katanya, dalam memberantas virus flu burung kalau tidak berbasis masyarakat, omong kosong dapat menumpas virus yang dapat mematikan tersebut. “Kami himbau masyarakat yang memiliki unggas peliharaan, harus tetap membersihkan kandang dan jika ayam ditemukan mati mendadak segera melapor dinas terkait yang terdekat,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta warga setelah memegang unggas yang sakit jangan lupa mencuci tangan yang benar, bersih dan memakai sabun.(sud)
Tuesday, June 19, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment