Tuesday, June 19, 2007

Pemko Serahkan Persoalan Persiraja ke BPK

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menyerahkan persoalan penggunaan dana Persiraja semasa manajemen lama kepada BPK untuk dilakukan pengusutan. Manajemen lama sempat berkiprah awal-awal Persiraja mengikuti kompetisi liga sepkbola Indonesia putara pertama.

Sekretaris Umum Persiraja Safwan Yusuf kepada Dirman Daly kemarin mengatakan, persoalan kontrak seorang pemain asing yaitu Kwarteh yang tidak bisa bermain karena terkena aturan Badan Liga Indonesia (BLI), namun pihak manejemen lama telah menyerahkan uang kontrak sebersar Rp 200 juta, sedang diusut BPK.

Safwan mengungkapkan, pengusutan itu, termasuk pembayaran panjar pelatih Riono Asnan sebesar 50 persen atau Rp 200 juta dari nilai kontrak Rp600 juta. “Pemko telah menyerahkan persoalan itu untuk diusut BPK. Pengurus hanya menunggu hasil pengusutan tersebut,” jelasnya.

Menyangkut kontrak Kwarteh dan Riono Asnan, ungkapnya, pihak pengurus Persiraja yang baru dibentuik hasil Musdalub beberapa waktu lalu telah melakukan penelusuran dan pengecekan ke BLI, ternyata tidak dilakukan proses kontrak dan tidak ada bukti proses kontrak, secara tertulis.

“Pembayaran uang panjar kontrak itu dibayar begitu saja, tidak ada proses kontrak dan buktinya. Kita sudah telusuri ke BLI. Jadi sulit mengurusnya ke BLI, uang yang sudah diberikan kepada Kwarteh bisa dikembalikan. Penggunaan dana masa manajemen lama pengusutannya diserahkan kepada BPK, kita tunggu saja hasilnya” ujarnya.

Ditanya pendanaan persiapan Persiaraja mengikuti putaran kedua yang akan digelar Agustustus mendatang?, Safwan mengungkapkan, Pemko Banda Aceh sebagai pemilik tim telah melayangkan surat permohonan bantuan tambahan dana ke DPRK dari anngaran belanja tambahan (ABT) Perubahan APBK 2007.” Surat permohonan telah dilayangkan Walikota Banda Aceh Ir Mawardy Nurdin kepada DPRK,” jelasnya.

“Kalau permohonan penambahan dana tidak bisa diterima atau ditolak oleh DPRK , kita bisa bilang apa-apa, terpaksa Persiraja gagal mengikuti putaran kedua dan bubar,” katanya, seraya mengatakan itulah upaya menyelematkan Persiraja untuk soal pendanaan

Ia menyebutkan, sejak Persiraja dipegang oleh manajemen lama hingga sekarang, untuk biaya segala keperluan mengikuti pertandingan, konsumsi dan gaji pemain telah menghabiskan dana sekitar Rp 8,6 milyar. Sedangkan dana untuk Persiraja yang dialokasikan dari APBD 2007 Rp5 milyar. “Jadi sekarang Persiraja masih terhutang Rp3,6 milyar lagi. Namun penggunaan dana itu sedang diusut BPK,” ungkapnya.

Kendati begitu, ujarnya, persiapan tim ke putaran kedua tetap berjalan. Para pemain sekarang tetap menjalani latihan rutin. Meski pemain yang ada cuma beberap orang tetap latihan, kita bisa liohat mana yang disiplin. Sedangkan gaji pemain sampai bulan Mai sudah kita bayar,” ungkapnya.

Pengurus Baru yang Menghancurkan Persiraja
Sementara itu, Wakil Manejer Persiraja semasa manajemen lama, Sultan Muhammad Rusdy mengatakan, Kwarteh tidak bisa main karena tiba-tiba keluar peraturan baru BLI, tentang pemain asing yang sudah habis masa waktu bermain di Indonesia. “Jadi pemain tersbut harus bermain dulu keluar, baru bisa main lagi di Indonesia. Dan saat itu klub lainnya ada yang mengalami hal serupa,’ jelasnya.

Sebutnya, sedangkan soal pelatih Riono Asnan, pemecatannya sesuai keputusan manajemen berdasarkan permintaan publik. Sesuai ketentuan, panjar kontrak yang sudah dibayarkan kepada yang bersangkutan tidak bisa ditarik lagi. Itu resiko dari pemecatan dari manajemen.

“Rekrutmen pemain dan pelatih telah dilakukan melalui proses kontrak. Sebenarnya masa manajemen lama prestasi dan posisi Persiraja sedang bagus-bagusnya, berada di peringkat 12 saat itu. Tapi begitu dirombak dan dirubah manajemen, langsung prestasi Persiraja anjlok. Jadi yang menghancurkan Persiraja itu hingga posisi terpuruk sekarang ini, pengurus dan manajemen yang sekarang ini,” tuturnya, seraya mengatakan coba tanya dengan para pemain bagaimana semasa manajemen lama.

Sementara itu, dalam mengahadapi Divisi Utama sebelumnya, untuk menciptakan tim Pesiraja yang solid juga dibentuk tim yang diberinama tim sembeilan. Dalam manajemen lama, manejer Persiraja langsung dipegang oleh Razaly Yusuf yang saat itu masih sebagai Penjabat Walikota Banda Aceh.(sud)

No comments: