Tuesday, February 19, 2008

Banda Aceh akan Terhindar Banjir Genangan

Banda Aceh – Guna mengantisipasi banjir genangan akibat hujan, Pemerintah Kota Banda Aceh mendapat bantuan pembangunan drainase yang dibagi dalam tujuh zona. Diharapkan pada 2009 dan masa mendatang Banda Aceh akan terbebas dari banjir genangan.

“Bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) 2007 Kota Banda Aceh, kita telah selesai membangun insfrastruktur untuk mengatasi banjir genangan yaitu pembangunan drainase meliputi seluruh wilayah ibukota Provinsi Aceh ini,” ujar Walikota Banda Aceh Ir Mawardy Nurdin pada ekspose satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Walikota, Illiza Saaduddin Djamal SE, Selasa (19/2) di halaman balaikota.

Mawardy menyebutkan, untuk membebaskan Banda Aceh dari banjir genangan di masa mendatang, terus berupaya menarik simpati donatur asing membantu penambahan pembangunan drainase.

“Melalui bantuan beberapa donatur akan membangun drainase yang dibagi dalam tujuh zona, dua diantarannya yaitu zona dua dan tiga sudah dalam pengerjaan oleh bantuan JICS (bantuan masyarakat Jepang) dan Muslim Aids,” jelasnya.

Disebutkannya, pembangunan drainase zona satu bantuan JBIC (Pemerintah Jepang) dan pembangunan drainase di zona empat hingga tujuh merupakan bantuan AFD Perancis.

“Semua pembangunan drainase tersebut kita perkirakan menghabiskan dana sekitar Rp850. Semua pembangunan tersebut ditangani langsung oleh donatur, kita terima sudah jadi,’ sebutnya.

Ia menambahkan, selama setahun kepemimpinanya telah menyelesaikan pembangunan drainase sepanjang 1.385 kilo meter yang dananya bersumber dari APBK 2007.

“Pembangunan drainase bantuan donatur yang kita perkirakan akan selesai akhir 2008, kita harapkan pada 2009 Banda Aceh akan terhindar dari banjir genangan akibat hujan lebat yang turun hanya beberapa saat, seperti yang biasa terjadi sebelumnya,” katanya.

Kecuali itu, sebutnya, untuk mencegah pasang air laut di daerah pesisir pantai juga telah dibangun tanggul pengaman pantai bantuan BRR yang lokasinya tersebar di beberapa lokasi yaitu pantai Ulee Lheue, Gampong Jawa, Lampaseh, Gano, Lampulo, Krueng Titi Panjang dan Krueng Neng.

Ia mengungkapkan, kecuali pembangunan drainase, Pemerintah Kota Banda Aceh juga akan membangun insfrastruktur untuk pengadaan air bersih bagi warga. Melalui perbaikan jaringgan perpipaan batuan Jepang, Swiss, Unicef, BRR APBAdan APBK.”Kita harapkan pada 2008 ini dapat melayani 41 ribu sambungan pipa ke rumah.(Sudirman Mansyur)

No comments: