*Minta Mutasi Dibatalkan
Banda Aceh –Sebanyak 35 paramedis dari Puskesmas Ulee Kareng, Jeulingke, Jaya Baru, Meuraxa, Mibo dan Batoh, mendesak pimpinan dewan untuk memperjuangakn nasib mereka agar tidak dimutasi ke Puskesmas lain atau ke rumah sakit Meuraxa.
Para medis itu yang sehari sebelumnya, Rabu (27/2) melakukan unjukrasa ke DPRK Banda Aceh dan diterima Komisi D membidangi kesehatan, meminta dewan memperjuangankan agar mutasi mereka dibatalkan dan kepala Puskesmas diganti.
Tidak puas pertemuan dengan Komisi D, para medis tersebut, Kamis (28/2) kemarin kembali mendatangi DPRK dan menjumpai Wakil Ketua DPRK Anas Bidin Nyak Syech. Mereka mendesak pimpinan dewan itu bisa membantu dan memperjuangkan aspirasi mereka agar tidak dimutasi.
Insan medis itu meski sudah menumpahkan aspirasinya dengan Komisi D sehari sebelumnya namun belum ada penyelesaian dan kepastian yang kongkrit. “Kami ingin segera bisa bekerja di temapt semual dan tidak ingin pindah. Dan bapak pimpinan dewan bisa memperjuangkanmya dan bisa langsung ada kepastian,” kata mereka.
Mereka mengungkapkan, selama ini Kepala Puskesmas sangat otoriter dan melakukan kebijakan tanpa memberi tahu lebih dulu seperti pemindahan dari satu Puskesams ke Pukesmas lain dan ke Rumah Sakit Meuraxa.
Para yang terdiri dari tenaga keperawatan, apoteker, gizi dan fotograf (terapi persalinan), menyebutkan surat keputusan pemidahan mereka tidak wajar, bukan atas dasar kebutuhan akan tetapi lebih soal interes pribadi.
Fitri Rahmayanti yang sebelumnya tenaga medis di Puslesmas Gampong Deah Baro pindah Puskesmas Gampong Jeulinke, namun ia menyatakan keheranannya yang baru bertugas di Puskesmas itu ingin dipindahkan lagi, tanpa sebab.
“Tidak wajarkan baru dipindah beberapa mingu sudah dipindakan lagi, bukan kami tidak siap seperti janji dan sumpah saat diangkat sebagai pegawai negeri, siap ditempatkan di mana saja. Namun, soal mutasi sudah ada aturannya, tidak mungkin sebentar-sebentar dimutasi dalam jarak waktu yang dekat,” ujar mereka.
Nurnilawati tenaga medis bagian apoteker di Puskesmas Kecamatan Jaya Baro, mengatakan semua Kepala Puskesmas adalah dokter, sehingga berlaku otoriter dan tidak menghargai para medis.
Tenaga medis ini mengatakan keluhan selama kelapa Puskesmas dipimpin seorang dokter. Mereka mengaku terzalimi, tidak dihargai dan diperlakuan sewenang-senang dalam melaksanakan tugas pelayanan medis kepada masyarakat.
Mereka minta ganti seluruh kepala Puskesamas dengan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) seperti sebelumnya. Karena dokter bukan tepat sebagai pemimpin Puskesmas akan tetapi tenaga medis spesialis.
Kecuali itu, sebutnya Puskesmas dalam mengeluarkan surat keputusan pemindahan, juga banyak salah menuliskan golongan dan pangkat misalnya, seharusnya IIb ditulis IIc. “Kami meminta dewan menyahuti aspirasi ini,’ kata mereka.
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Anas Bidin Nyak Syech menyikapi desakan para medis itu, menampung aspirasi tersebut, mempelajarinya selanjutnya segera menanyakan masalah tersebut ke walikota.
“Jika para medis ini terzalimi di ditempat tugas masing-masing oleh atasannya dan dimutasi melanggar prosedur dan peraturan yang ada, kita akan segera meminta Pemerintah Kota untuk dievaluasi ulang,” ujarnya.(Sudirman Mansyur)
Thursday, February 28, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment