Thursday, February 21, 2008

Pemko Bertekad Kelola Keuangan Secara Benar

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh bertekad akan mengelola keuangan secara benar dan bersih, sehingga kebocoran dan pengunaan anggaran yang sia-sia dapat dihindari.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Kota Banda Aceh, Drs T Saifuddin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh telah bertekad melakukan pengelolaan keuangan dengan sebaik-baiknya.sesuai prinsip menjalankan pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance).

“Oleh karena itulah, kita memberikan pembekalan tentang perpajakan bagi bendaharawan di semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan pelaksana pemerintahan kecamatan (PPK), agar mereka mampu menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan baik dan benar,” katanya pada pembukaan sosialisasi perpajakan bagi bendaharawan di jajaran pemerintahan Kota Banda Aceh, Kamis (21/1) di aula balaikota.

Saifuddin menyebutkan, Pemko telah memiliki komitmen yang kuat dalam mengelola keuangan daerah dengan baik dan benar. “Kita harapkan dengan pembekalan pajak ini, setiap bendaharawan tidak salah dalam pemotongan pajak penghasilan, yang dapat menimbulkan masalah,” katanya.

Ia mengharapkan, ke depan tidak ada lagi adanya perbedaan presepsi dalam pemotongan pajak. Dan yang penting lagi, ketepatan waktu pemotongan dan penyetoran pajak.

Ia menyebutkan, masalah keuangan daerah sangat sensitif, karena pengawasan keuangan daerah dilakukan berlapis-lapis, tidak hanya dilakukan oleh auditor BPK, akan tetapi yang lebih berat lagi pengawasan dari masyarakat

. “Karena itu, soal pengelolan keuangan harus dilakukan transparan dan benar, karena sedikit saja salah, menimbulkan masalah dan persoalannya dibicarakan di mana-mana, sehingga menganggu pelaksanaan pemerintahan,” ujarnya.

Penting Kesehatan Reproduksi

Sementara itu di tempat yang sama diwaktu terpisah, Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal SE mengatakan kesehatan reproduksi atau masa kehamilan dan kelahiran, menjadi sangat penting harus diketahui wanita.

“Pemerintah Kota Banda Aceh tetap memberikan perhatian tentang kesehatan reproduksi, kesehatan masyarakat tetap lebih baik, termasuk perempuan dalam hal reproduksi ,” katanya ketika membuka seminar reproduksi kemarin.

Seminar yang menghadirkan pembicara tunggal pakar reproduksi dari Malaysia yaitu Dr Young diikuti 100 peserta utusan dari berbagai organisasi perempuan dan PKK di Banda Aceh. (Sudirman Mansyur)

No comments: