Friday, February 22, 2008

Pemko Krisis Pejabat Berkualitas

Banda Aceh –Jajaran Pemerintahan Kota Banda Aceh mangalami krisis pejabat yang berkualitas, sehingga adanya pejabat di provinsi yang telah ditempatkan pada posisi kepala dinas beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas tersebut yaitu Iwan T Zulfan SE, MM Kepala Dinas Perindustrian, Ir T Iwan Kesuma Kepala Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) dan dr Media Yulizar Kepala Dinas Kesehatan.

Menurut seorang anggota DPRK, M Djamil direkrutnya pejabat provinsi menduduki posisi kepala dinas di Kota Banda Aceh, menandakan Pemerintah Kota Banda Aceh tidak memiliki lagi pajabat yang berkualitas.

“Ini berarti selama ini Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh tidak melakukan pengkaderan dan pembinaan kepemimpinab bagi pajabat-pejabatnya, sehingga akhirnya mengalami krisis pejabat berkualitas dan harus merekrut pejabat dari provinsi untuk mengisi posisi kepala dinas,” katanya kepada DD kemarin.

Djamil menyebutkan, penyebabnya mungkin selama ini kepala-kepala dinas tidak memberikan kesempatan pada bawahannya meningkatkan kemampuan, pengalaman dan peningkatan kepangkatan.

“Akhirnya saat kepala dinas itu telah habis masa tugasnya atau pensiun, sulit mendapatkan penggantnya berkualitas. Inilah suatu kelemahan di Pemko dalam menciptakan struktur organisasi pemerintahan yang berkualitas dan solid,” kata politisi dari Partai Demokrat ini.

Apalagi, sebutnya, seiring akan dilakukan restrukturisasi organisasi, Pemerintah Kota Banda Aceh akan dihadapkan persoalan kesulitan mendapatkan pejabat berkualitas dari jajarannya, karena akan banyak dibutuhkan calon pejabat berkualitas untuk menduduki posisi kepala dinas, kepala badan dan kepala kantor.

Secara terpisah, Ketua panitia khusus (Pansus) DPRK Banda Aceh yang membahas racangan qanun (Raqan) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Kota Banda Aceh, Subhan menyebutkan, Raqan tersebut sudah selesai dibahas tinggal dibawa ke sidang paripurna mendengarkan kata akhir frakrsi. Jika diterima semua fraksi di dewan raqan itu bisa disyahkan.

Subhan mengungkapkan, dari raqan yang telah selesai dibahas, terjadi perubahan struktur organisasi pemerintahan yang signifikan. Dari 16 dinas yang ada selama ini akan menciut menjadi 11 dinas.

“Ada dinas yang dilebur dan digabung, sehingga dinas yang ada selama ini seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan hilang, karena bagian pariwisata masuk ke dinas kebersihan, kebudayaan masuk ke dinas pendidikan. Begitu juga Dinas pasar dihapus, karena kan diganti dengan perusahaan daerah (PD). Dinas yang digabung yaitu diantaranya Dinas PJSDA, Tata Kota menjadi Dinas PU ditambah Lingkungan Hidup (PULH), karena Bapedalda dihapus. ,” jelasnya.

Begitu juga, ungkapnya, adanya penambahan dan pengapusan lembaga tehnis kota, seperti badan dan kantor. Seperti BPP (Badan Pengelolaan Parkir) dihapus Dan perubahan struktur-struktur dalam tiap organisasi, seperti asisten disekretariat Pemko dari tiga asisten menjadi dua asisten.

Ia mengatakan, dari perubahan struktur tersebut sudah jelas ke depan akan terjadi banyak rekrutmen dan pergantian pejabat kepala dinas, badan, kantor dan pejabat struktural di masing-masing lembaga itu. Dan tidak tertutup kemungkinan banyak pejabat terdepak dari posisi sekarang baik sebagai kepala dinas, kantor, dan badan.

Wakil Ketua Komisi A membidangi Pemerintahan, Surya Mutiara meyebutkan, jika nantinya terjadi banyak rekrutmen pejabat dari provinsi akan bermasalah terhadap anggaran,.karena komitmen Pemko tidak menerima lagi PNS yang masuk ke Pemko, karena anggaran belanja pegawai di APBK untuk membayar gaji sudah melebihi belanja publik.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Banda Aceh, Drs T saifuddin yang dikonfirmasi menyebutkan, persiapan dalam merekrut figur pejabat berkualitas menghadapi perubahan struktur akan dibahas dengan waklikota dan wakil walikota.

“Kalau direkrut pejabat dari provinsi, mungkin terpaksa karena ingin mendapatkan pejabat yang tepat dan bekualitas di dinas. Kendati begitu, walikota tetap tidak melupakan pejabat di Pemko yang berkualitas. Hal ini untuk pertimbangan penghematan belanja pegawai,” jelasnya.(Sudirman Mansyur)









.

No comments: