Banda Aceh – Para geuchik di 70 gampong mengharapkan Pemerintah Kota Banda Aceh mau menambah dana tunjangan kesejahteraan (uang TC), selain gaji yang diterima setiap bulan Rp800 ribu.
Sejumlah geuchik kepada DD kemarin menyebutkan, tugas mereka sama seperti lurah yang memimpin kelurahan yang setingkat dengan gampong, namun lurah yang merupakan PNS selain gaji yang diterima setiap bulan juga mendapatkan uang TC..
Seorang geuchik yang enggan dituliskan namnaya, mengatakan tugas geuchik dalam sangat berat dan komplek dalam menjalankan tugas pemerintahan di gampong. Berbagai persoalan masyarakat, pembangunan dan adminitrasi pemerintahan yang harus dilaksnakan setiap hari.
Karena itu, sebutnya, sangat butuh penambahan dana TC setiap bulan selain gaji yang diterima setiap. Ini untuk menunjang kegiatan dan tugas., karena setiap hari penuh menjalankan tugas pemerintahan di gampong, sehingga bisa sama seperti yang diperoleh oleh lurah.
Wakil Ketua Komisi A membidangi pemerintahan DPRK Banda Aceh, Surya Mutiara kepada DD meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh memberikan dana TC kepada geuchik, karena peran dan tugasnya sama seperti lurah.
Surya menyebutkan, karena geuchik bukan pegawai negeri sipil (PNS), sehingga dana TC bagi geuchik bisa dialokasi dari dana alokasi gampong yang berjumlah Rp57 juta, masing-masing 30 persen untuk pemerintahan dan 70 persen untuk publik.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejateraan Sosial (BPMKS) Kota Banda Aceh, Drs Purnama Karya mengatakan, untuk TC geuchik tidak bisa diambil dari dana alokasi gampong, karena dana sudah ada tersususn program kegiatannya.
Purnama mengatakan, sebagai upaya agar geuchik mendapatkan dana TC, melalui peningkatan pungutan resam gampomg sehingga pendapat asli gampong (PAG) meningkat yang nanti bisa memberikan TC kepada geuchik.
“Kalau PAG gampong besar, misalnya bisa mencapai 100 juta per tahun, geucjik bisa mendapatkan dana TC dari dana PAG tersebut. Namun besarnya dana TC yang akan diterima geuchik sesuai kesepakatan perangkat gampong seperti tuha lapan dan tuha peut,”jelasnya (Sudirman Mansyur).
Saturday, February 23, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment