Saturday, February 23, 2008

Pemko Perlu Gerakan Wakaf Buku

Banda Aceh –PemerintahKota Banda Aceh perlu deklarasikan ‘wakaf buku’, memenuhi target bisa memiliki 100 ribu judul buku perpustakaan, dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat di Banda Aceh.

Saat ini Kantor Pendidikan, Latihan dan Perpustakaan Banda Aceh, hanya mampu mengelola sebanyak 35.700 judul buku yang tersebar pada taman bacaan. Jumalh buku yang ada tidak mencukupi dalam mendorong minat baca masyarakat.

Taman bacaab yang ada yaitu di Tamana Sari terdapat 27.000 judul buku., pustaka keliling (Pusling) dengan Bus SIKIB sebanyak 1000 judul, Pusling Baznas 1000 judul, bantuan provinsi untuk 10 gampong sebanyak 11.000 judul buku, pustaka umum di Kantor Diklat 20.000 judul buku.

Seorang anggota DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar ST kepada Rakyat Aceh kemarin mengatakan, dalam APBK 2007 dan RAPBK 2008 Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh juga mengalokasikan dana Rp100 juta untuk pengadaan 2500 buku. Tujuannya target Pemko bisa mencapai 100.000 judul buku.

Farid menyebutkan, dengan mengandalkan APBK yang bisa mendapatkan 2500 judul, sulit bisa tercapai target 100 ribu buku. Pemko harus bisa menmpuh langkah-langkah yaitu pencanangan gerakan wakaf buku. Sehingga akan terjimpun banyal buku sumbangan.

Katanya, begitu juga kepada 9800 aparatur Pemko dan anggota DPRK Banda Aceh diminta sumbangan masing-masing satu judul buku, sehingga akan terkumpul 10 ribu judul buku..

“Saat ini Pemko hanya mampu menyediakan 36 persen atau 35.700 buku dari total kebutuhan 100 ribu buku. “Dengan cara menggerakan wakaf buku, target bisa mencapai 100 ribu judul buku bisa terwujudkan,” kata politisi yang termasuk ‘kutu buku’ ini, seraya meneyebutkan tujuan untuk memasyarakatkan minat baca dan kebiasaan membaca juga bisa terealisasi.(Sudiman Mansyur).

No comments: