*Karena Kepala Puskesmas Otoriter
Banda Aceh –Sebanyak 35 paramedis dari Puskesmas Ulee Kareng, Jeulingke, Jaya Baru, Meuraxa, Mibo dan Batoh, Rabu (27/2) melakukan unjukrasa ke DPRK Banda Aceh, mereka menuntut agar kepala Puskesmas diganti.
Para medis tersebut yang diterima Komisi D membidangi Kesehatan diruang Ketua DPRK Banda Aceh mengatakan, selama ini Kepala Puskesmas mereka otoriter dan melakukan kebijakan tanpa memberi tahu lebi dulu seperti pemindahan mereka dari satu Puskesams ke Pukesmas lain dan ke Rumah Sakit Meuraxa.
Mereka yang terdiri dari tenaga keperawatan, apoteker, gizi dan fotograf (terapi persalinan), menyebutkan surat keputusan pemidahan mereka tidak wajar, bukan atas dasar kebutuhan akan tetapi lebih soal interes pribadi.
Fitri Rahmayanti yang sebelumnya tenaga medis di Puslesmas Gampong Deah Baro pindah Puskesmas Gampong Jeulinke, namun ia menyatakan keheranannya yang baru di Puskesmas itu ingin dipindahkan lagi, tanpa sebab.
Nurnilawati tenaga medis bagian apoteker di Puskesmas Kecamatan Jaya Baro, mengatakan semua Kepala Puskesmas adalah dokter, sehingga berlaku otoriter dan tidak menghargai para medis.
Para medis dari seluruh Puskesamas tersebut dihadapan Ketua Komisi D, Ir Muhklis Japar, Wakil Ketua Azmi Fajri Usman, Sekretaris Nurhayati dan anggota Sultan Muhammd Rusdi mengtakan keluhan selama kelapa Puskesmas dipimpin seorang dokter.
Mereka mengaku terzalimi, tidak dihargai dan diperlakuan sewenang-senang dalam melaksanakan tugas pelayanan medis kepada masyarakat. Mereka minta ganti seluruh kepala Puskesamas dengan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) seperti sebelumnya. Karena dokter bukan tepat sebagai pemimpin Puskesmas akan tetapi tenaga medis spesialis.
Kecuali itu, sebutnya Puskesmas dalam mengeluarkan surat keputusan pemindahan, juga banyak salah menuliskan golongan dan pangkat misalnya, seharusnya IIb ditulis IIc. “Kami meminta dewan menyahuti aspirasi ini,’ kata mereka.
Sementara itu, Azmi Fajri Usman mengatakan, sesuai peraturan yang diketahuinya, tidak ada dokter yang merupakan tenaga spesialis sebagai kepala Puskesmas yang ada hanya dari SKM.
Ketua Komisi D, Ir Muhklis Jafar mengatakan, menampung aspirasi paramedis dan akan segera memanggil semua kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, untuk mempertanyakan masalah tersebut. “Kita hanya menampung aspirasi dan memperjuangkannya,” katanya.(Sudirman Mansyur)
Wednesday, February 27, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment